Media sosial merupakan komponen penting dalam pengembangan identitas diri seseorang karena telah mengubah cara orang terhubung, terutama di kalangan remaja. Mengingat dampaknya yang besar terhadap eksplorasi identitas remaja, fenomena ini menjadi topik yang menarik untuk diteliti di Kecamatan Way Tenong. Penelitian ini menggunakan wawancara semi-terstruktur dan metodologi kualitatif untuk menyelidiki bagaimana media sosial mempengaruhi perkembangan identitas diri remaja. Remaja dapat mengekspresikan diri mereka, mendapatkan penerimaan sosial, dan menyesuaikan diri dengan tekanan teman sebaya di media sosial, sesuai dengan teori identitas diri Erik Erikson. Temuan ini menunjukkan bahwa media sosial berfungsi sebagai platform untuk eksperimentasi identitas selain komunikasi. Remaja di Kecamatan Way Tenong mengunggah gambar, video, dan pembaruan status di media sosial yang menunjukkan minat dan kepribadian mereka. Namun, ada beberapa kelemahan dari tekanan teman sebaya, seperti risiko masalah kesehatan mental yang disebabkan oleh budaya perbandingan. Penelitian ini menekankan betapa pentingnya bagi para pendidik dan orang tua untuk mengadopsi strategi pengajaran yang mempromosikan penggunaan media sosial yang konstruktif dan sehat. Selain menyajikan teknik- teknik untuk mendukung remaja di era digital, penelitian ini juga memberikan wawasan yang signifikan tentang bagaimana media sosial mempengaruhi pembentukan identitas diri remaja.
Copyrights © 2025