Perempuan memiliki hak yang sama dengan laki-laki dalam hal peran, pendidikan dan tugas domestik. Penelitian ini dilakukan untuk memperdalam kesadaran dalam konteks budaya serta adat istiadat masyarakat Jawa. Tradisi yang mengakar kuat mempertahankan bagaimana pembagian peran dalam tugas domestik berdasarkan jenis kelamin. Selain batasan akses pendidikan, keluarga juga menjadi sebab terjadinya ketimpangan gender. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teori feminimse, penelitian ini telah merangkum beberapa pengalaman perempuan menjadi korban ketimpangan gender dari berbagai usia dini yang telah menghasilakan patriarkial dalam keluarga, pernikahan usia dini, dan beban ganda. Pergeseran pemikiran dalam pembagian peran gender baik itu dalam pekerjaan domestik maupun umum. Selain faktor pendidikan dan ekonomi, keluarga menjadi kunci utama bagaimana ketimpangan gender terjadi.
Copyrights © 2025