Artikel ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan komunikasi interpersonal tenaga kefarmasian di RSUD Batara Siang Kabupaten Pangkajene dan Kepualauan. Dengan pendekatan dekriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif. Teknik analisis data yang diterapkan adalah analisis tematik dan analisis naratif untuk menggali lebih dalam keterampilan komunikasi interpersonal dalam pelayanan kefarmasian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keterampilan komunikasi interpersonal tenaga kefarmasian bermanfaat menjelaskan informasi obat dengan bahasa yang dipahami pasien, penggunaan alat bantu komunikasi, serta keterlibatan keluarga pasien dalam terapi obat. Temuan ini menegaskan komunikasi yang baik tidak hanya bemanfaat pada pemahaman pasien, tetap juga membentuk kepatuhan terhadap pengobatan. Kendala utama yang dihadapi adalah perbedaan bahasa, keterbatasan pemahaman pasien, serta waktu interaksi yang terbatas akibat jumlah pasien yang banyak. Penelitian ini menyoroti pentingnya pelatihan komunikasi bagi tenaga kefarmasian untuk membangun kualitas layanan kefarmasian. Temuan ini memiliki signifikansi dalam standar komuniaksi tenaga kefarmasian guna memberikan pelayanan yang lebih baik kepasa pasien.
Copyrights © 2025