Eksistensi di dunia maya dapat dicapai oleh siapa saja, tidak bergantung pada sukunya. Diantaranya Surya Danna dan Nyak Kopsah merupakan konten kreator pada media sosial yaitu Instagram dan Tiktok. Di tengah modernisasi perangkat komunikasi dan teknologi, masyarakat dituntut untuk memiliki literasi digital dalam berkomunikasi melalui jejaring sosial. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui budaya komunikasi virtual masyarakat Betawi modern dalam kerangka masyarakat jaringan, menggunakan metode etnografi virtual, dengan kajian konsep utama budaya komunikasi virtual dan network society. Data primer diperoleh dari in-dept interview dan observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa konten kreator menyebarkan logika pesan melalui spesifikasi konten dan memiliki budaya masyarakat jaringan dengan karakteristik berbeda yang disebabkan oleh ciri khas konten. Akun @suryadanna spesifik pada konten “Jakarta dengan Atmosfer Korea”. Pesan yang disampaikan melibatkan perasaan, ekspresi, dan emosi yang terfokus pada audiens yang didorong oleh latar video, alur cerita, dan lagu yang mewakili pesan. Pada akun @nyak_kopsah menceritakan “realitas kehidupan” masyarakat Betawi, pesan disampaikan dengan mengutamakan ekspresi, logat, suara, dan mimik sebagai Nyak Kopsah. Modernitas masyarakat jaringan terlihat pada akun @suryadanna yang menggambarkan kota Jakarta sebagai kota metropolitan. Budaya komunikasi yang terbentuk dapat dilihat dari audiens pada kedua akun yang saling berinteraksi dan memodifikasi satu sama lain berdasarkan pertukaran makna
Copyrights © 2024