Penelitian ini dilatar belakangi oleh fakta bahwa diantara seluruh dunia, Indonesia menduduki urutan ketiga sebagai Fatherless country. Fatherless itu sendiri merupakan kondisi dimana seorang anak tumbuh tanpa merasakan adanya peran ayah didalam hidup mereka baik fisik maupun psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pola komunikasi antarpribadi dan pola asuh seorang ayah kepada anak perempuannya dalam membentuk pola komunikasi anak perempuan dengan lawan jenis. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah kualitatif dengan fokus fenomenologi transcendental Husserl. Hasil dari penelitian menemukan bahwa pola pengasuhan orangtua ayah memiliki peranan terbesar dalam pembentukan karakter anak perempuan dan pengembangan social soft skill sang anak, termasuk komunikasi dengan lawan jenis. Kesimpulan dari penelitian ini ialah pola asuh ayah kepada perempuan fatherless, komunikasi yang tidak efektif antara perempuan fatherless dengan ayah mereka, serta attachment style para perempuan fatherless memberikan sumbangsih yang cukup signifikan terhadap tidak tercapainya keseimbangan komunikasi antara perempuan fatherless dengan pasangan lawan jenis yang menyebabkan perempuan fatherless mengalami disonansi kognitif. Namun ketika berkomunikasi dengan teman lawan jenis perempuan fatherless berhasil memenuhi keseimbangan komunikasi dan mencapai konsistensi kognitif karena adanya pengaruh dari faktor lain, yakni faktor penolakan dan penerimaan sosial
Copyrights © 2024