Penelitian ini menganalisis representasi feminisme digital dalam 26 unggahan Instagram @magdaleneid selama Maret–Agustus 2025. Analisis dilakukan menggunakan teori representasi Stuart Hall, postfeminism dan affective labour dari Rosalind Gill, serta popular feminism dan visibility politics dari Sarah Banet-Weiser. Dengan metode analisis isi kualitatif, penelitian menelaah tema, tanda visual, dan narasi yang membentuk konstruksi makna gender dalam konten tersebut. Hasil penelitian menunjukkan tiga pola representasi utama: (1) penggambaran kekerasan berbasis gender dan kerentanan perempuan melalui pendekatan edukatif dan berbasis korban; (2) negosiasi peran domestik, identitas perempuan, dan relasi kuasa dalam keluarga; serta (3) praktik edukasi feminis melalui literasi digital yang mudah diakses. Penelitian juga menemukan absensi sejumlah isu struktural seperti politik elektoral perempuan, kesehatan reproduksi, ekonomi feminis, representasi disabilitas yang lebih luas, dan isu queer, yang menunjukkan batasan tertentu dalam cakupan wacana feminisme digital. Secara keseluruhan, temuan memperlihatkan bahwa @magdaleneid berfungsi sebagai ruang edukasi publik dan advokasi mikro yang efektif, namun belum sepenuhnya menjangkau persoalan struktural yang lebih kompleks. Studi ini memberikan kontribusi pada pemahaman mengenai bagaimana feminisme dinegosiasikan, diproduksi, dan disirkulasikan dalam ekosistem media sosial Indonesia.
Copyrights © 2025