Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk komunikasi partisipatif serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat komunikasi partisipatif Dinas Pendidikan dalam pelaksanaan program penguatan karakter siswa SMA di Kota Palembang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan berlandaskan teori hubungan manusiawi. Informan penelitian berjumlah lima orang, terdiri atas satu Kepala Seksi Peserta Didik SMA dan empat staf pelaksana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi partisipatif yang dibangun bersifat terbuka dan dua arah, dengan memberi ruang bagi sekolah untuk menyampaikan kondisi, kebutuhan, serta masukan dalam pelaksanaan program penguatan karakter. Keberhasilan komunikasi partisipatif didukung oleh hubungan sosial yang harmonis, pemahaman terhadap kondisi sekolah, serta pelibatan guru sejak tahap perencanaan yang diperkuat dengan pemberian apresiasi, sementara kendala keterbatasan sumber daya manusia dan perbedaan kondisi sekolah diatasi melalui pelatihan serta pengelolaan prioritas program. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya kajian komunikasi partisipatif di sektor pendidikan dengan menunjukkan peran komunikasi dua arah sebagai faktor kunci efektivitas penguatan karakter siswa di tingkat sekolah menengah atas
Copyrights © 2025