Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya peningkatan kedisiplinan siswa dalam menaati tata tertib sekolah di wilayah Minahasa. Fokus penelitian meliputi identifikasi faktor-faktor penyebab pelanggaran tata tertib, strategi sekolah dalam mengatasi pelanggaran, dan dampak implementasi tata tertib terhadap kedisiplinan siswa. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam kepada siswa, guru, kepala sekolah, orang tua, dan stakeholder terkait. Validitas data dijamin melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab pelanggaran tata tertib meliputi aspek internal siswa (kurangnya motivasi intrinsik dan kesadaran diri), faktor keluarga (inkonsistensi penerapan aturan), pengaruh lingkungan sosial, dan sistem sekolah yang belum optimal. Strategi sekolah dalam mengatasi pelanggaran meliputi pendekatan preventif melalui program orientasi dan mentoring, implementasi sistem reward-punishment yang seimbang, kerjasama dengan orang tua dan masyarakat, serta program pengembangan diri siswa. Dampak implementasi tata tertib menunjukkan hasil positif berupa pembentukan karakter kedisiplinan yang berkelanjutan, peningkatan kualitas iklim sekolah, korelasi positif dengan prestasi akademik, dan persiapan siswa menghadapi tantangan masa depan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pendekatan terintegrasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam mendukung pembentukan kedisiplinan siswa yang efektif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025