Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pendampingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang efektif dalam pelaksanaan Program Kampus Mengajar, dengan fokus pada identifikasi tantangan spesifik dan pengembangan solusi strategis untuk mengoptimalkan dampak program terhadap peningkatan literasi dan numerasi siswa sekolah dasar. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan observasi partisipan setengah terlibat, dimana peneliti berposisi sebagai DPL yang terlibat langsung dalam proses pendampingan mahasiswa di SD GMIM Tonsea Lama sebagai sekolah sasaran Program Kampus Mengajar Angkatan 6. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, dokumentasi kegiatan, catatan lapangan, dan refleksi atas tantangan serta solusi yang dikembangkan selama pelaksanaan program, kemudian dianalisis secara induktif untuk mengidentifikasi pola dan tema yang muncul. Hasil penelitian menunjukkan tiga model pendampingan yang efektif yaitu: (1) model pendampingan koordinatif yang mengatasi tantangan persepsi dan harapan pemangku kepentingan melalui sistem komunikasi beragam saluran, (2) model pendampingan fasilitatif yang mengatasi tantangan internal perguruan tinggi melalui pembangunan koalisi dan pemanfaatan modal sosial, dan (3) model pendampingan strategis yang mengelola program kerja dan motivasi mahasiswa melalui penetapan prioritas strategis dan dukungan menyeluruh. Ketiga model ini secara terpadu mampu menciptakan ekosistem pendampingan yang menyeluruh dan berkelanjutan untuk mengoptimalkan dampak Program Kampus Mengajar dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah dasar.
Copyrights © 2025