Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tindakan masyarakat Desa Mopolo dalam menghadapi musim kemarau panjang yang semakin sering terjadi dan memberikan dampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat yang mayoritas bekerja sebagai petani jagung. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam terhadap tiga informan kunci yang dipilih secara purposive sampling. Observasi dilakukan untuk mengamati kondisi fisik desa, infrastruktur air, dan dampak kemarau terhadap lingkungan dan aktivitas pertanian, sedangkan wawancara digunakan untuk mengeksplorasi persepsi, pengalaman, dan strategi adaptasi masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Mopolo menghadapi kondisi kekeringan parah dengan infrastruktur air yang terbatas, mendorong mereka mengembangkan berbagai strategi adaptasi meliputi pengelolaan air secara manual, diversifikasi sumber air, pembelian air, dan pendekatan spiritual. Meskipun masyarakat memiliki modal sosial dan kearifan lokal yang kuat, tindakan yang dilakukan masih bersifat reaktif dan individual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan penguatan kapasitas masyarakat melalui integrasi pengetahuan lokal dengan teknologi tepat guna serta dukungan infrastruktur dan kelembagaan untuk meningkatkan resiliensi komunitas dalam menghadapi kemarau panjang secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025