Penelitian ini menganalisis eksplorasi identitas diri Gen Z di Siantar Selatan melalui platform TikTok dengan pendekatan Self-Identity Theory. TikTok, sebagai platform video pendek interaktif, digunakan oleh remaja untuk mengekspresikan berbagai aspek identitas mereka, termasuk budaya lokal, gaya hidup, dan pandangan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksplorasi identitas ini dipengaruhi oleh umpan balik sosial, norma budaya lokal, dan algoritma TikTok yang mendukung tren global. Elemen budaya lokal, seperti pakaian adat atau narasi tradisional, sering dimasukkan dalam konten sebagai bentuk kebanggaan identitas budaya, sekaligus disesuaikan dengan tren global untuk menarik audiens yang lebih luas. Proses presentasi diri di TikTok sejalan dengan teori Presentasi Diri Goffman, di mana pengguna secara strategis mengelola citra diri mereka berdasarkan respons audiens. Penelitian ini menyimpulkan bahwa TikTok tidak hanya menjadi media hiburan, tetapi juga ruang penting untuk pembentukan identitas digital di tengah pengaruh budaya lokal dan global. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi pembuat kebijakan, pendidik, dan orang tua dalam memahami peran media sosial dalam perkembangan identitas remaja.
Copyrights © 2025