Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana penggunaan media sosial memengaruhi perilaku sosial siswa sekolah dasar di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif etnografi, studi ini melibatkan observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap siswa kelas 4–6, guru, serta orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial, khususnya TikTok dan YouTube, telah menjadi arena sosialisasi baru bagi anak-anak. Mereka menggunakan media sosial rata-rata 1–4 jam per hari. Dampak positif yang ditemukan meliputi meningkatnya rasa percaya diri dan kemampuan ekspresi diri. Namun, dampak negatif seperti penurunan empati, konflik daring, serta kesulitan komunikasi langsung juga terlihat signifikan. Terjadi pula pergeseran nilai sosial, di mana popularitas di media sosial dianggap lebih penting daripada prestasi akademik. Sebagian besar orang tua tidak melakukan pengawasan aktif terhadap aktivitas digital anak, dan sekolah belum memiliki kebijakan pendampingan yang sistematis. Penelitian ini menegaskan pentingnya keterlibatan aktif keluarga dan institusi pendidikan dalam membentuk literasi digital dan etika bermedia sosial sejak usia dini, dengan mempertimbangkan konteks budaya lokal. Temuan ini diharapkan menjadi masukan praktis dalam menyusun strategi pendidikan digital yang adaptif dan kontekstual
Copyrights © 2025