Penelitian ini bertujuan menganalisis model pendidikan moderasi beragama berbasis digital dan kecerdasan buatan (AI) di Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui teknik wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa moderasi beragama dikembangkan secara holistik sebagai sistem nilai yang terintegrasi dalam kurikulum, budaya pesantren, keteladanan kepemimpinan, serta praktik sosial-keagamaan santri. Integrasi teknologi digital dan AI tidak diposisikan sebagai otoritas epistemik, tetapi sebagai instrumen pedagogis untuk memperkuat literasi kritis, kemampuan evaluatif, dan ketahanan ideologis santri terhadap disinformasi dan radikalisme digital. Kepemimpinan kiai berperan sebagai struktur legitimasi ideologis yang memastikan internalisasi nilai moderasi beragama berlangsung secara organik dan berkelanjutan. Penelitian ini merumuskan Model Pendidikan Moderasi Beragama Berbasis Ekosistem Digital-Etis, yaitu model yang mengintegrasikan nilai keislaman klasik, transformasi digital, dan etika teknologi dalam satu sistem pendidikan yang koheren. Model ini menegaskan peran pesantren tidak hanya sebagai lembaga transmisi ilmu keagamaan, tetapi juga sebagai agen produksi ketahanan sosial digital dalam menghadapi tantangan era informasi.
Copyrights © 2026