Mayoritas masyarakat banyak memilih menggunakan bahan alam sebagai pilihan pengobatan yang dianggap minim efek samping atau bahkan tidak memiliki efek samping. Penggunaan tanaman herbal sebagai obat-obatan tradisional telah meningkat selama 20 tahun terakhir di negara-negara berkembang. Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menyebutkan jika sebanyak 65% masyarakat di negara maju memakai obat-obatan tradisional. Pemakaian obat-obat tradisional di Asia terus berkembang walaupun banyak obat sintetis yang tersedia dan dipasarkan. Biji kemiri (Aleurites moluccana L) dan lidah buaya (Aloe vera) merupakan 2 dari banyaknya tanaman yang dipercaya secara turun temurun dapat mengatasi alopesia. Tujuan dari penelitian ini untuk membuktikan terdapatnya golongan senyawa kimia yang terkandung di dalam ekstrak. Metode yang digunakan adalah dengan soxhletasi biji kemiri menggunakan pelarut ethanol dan infudasi lidah buaya selanjutnya dilakukan skrining fitokimia untuk membuktikan adanya alkaloid, flavanoid, fenolik, steroid/terpenoid, tanin, dan saponin. Data dianalisa secara deskriptif kualitatif. Hasil menunjukkan ekstrak ethanol biji kemiri dan ekstrak infudasi lidah buaya mengandung alkaloid, flavanoid, fenolik, steroid/terpenoid, tanin, dan saponin.
Copyrights © 2024