Daun sirih sudah lama digunakan oleh warga Indonesia selaku obat tradisional. Ekstrak daun sirih hijau memiliki energi antibakteri yang terdiri dari fenol serta senyawa turunannya yang sanggup membatasi bermacam berbagai perkembangan bakteri. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui karakteristik sediaan obat kumur ekstrak daun sirih hijau (Piper betle L.) dengan konsentrasi propilen glikol FI 5%, FII 10% dan FIII 15. Propilen glikol sebagai humektan untuk menjaga zat aktif agar tidak menguap dan memiliki stabilitas suatu bahan dalam jangka lama. Metode Yang digunakan bersifat eksperimental yang merupakan penelitian laboratorium dengan sampel daun sirih hijau yang diperoleh dari Kecamatan Dobonsolo Distrik Sentani Kota Kabupaten Jayapura Provinsi Papua. Hasil penelitian uji organoleptik memiliki warna yang sama namun pada FI memiliki wama kuning jernih dibandingkan dengan FII dan FIII memiliki warna kunang pekat, dengan memiliki bentuk cair dengan bau khas daun sirih dan FI dan FII memiliki rasa manis dibandingkan dengan FIII meiliki rasa manis dan agak sedikit pahit. Pada uji pH memenuhi syarat yang sesuai dengan pH mulut yaitu 6 dan uji kejernihan memenuhi syarat. Beradasarkan hasil uji hidonik FI lebih disukai dengan konsentrasi propilen glikol 5%. Pada hasil uji homogenitas ketiga formula FI, FII dan FIII memenihi syarat homogen dan pada uji viskositas yang memenuhi syarat pada FI. Pada uji viskositas hasil FI memiliki hasil lebih rendah dibandingkan FII dan FIII. Kesimpulan ekstrak daun sirih hijau dapat dibuat menjadi sediaan obat kumur dengan fariasi konsentrasi humektan propileen glikol FI 5%,FII10%,FIII15%.
Copyrights © 2025