Hipertensi merupakan salah satu penyebab utama gagal ginjal kronik (GGK), yang jika tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan komplikasi serius seperti stroke, gagal jantung, dan kematian. Ketidakpatuhan dalam penggunaan obat antihipertensi menjadi faktor penting yang memperburuk kondisi ginjal, terutama pada pasien yang menjalani hemodialisa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepatuhan penggunaan obat antihipertensi pada pasien hemodialisa di RSPAD Gatot Soebroto pada bulan Mei 2025. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif dengan jumlah responden sebanyak 70 orang dengan pemilihan sampel Total Sampling pada pasien hipertensi yang sedang menjalani hemodialisa, pasien berusia 19-59 tahun, Alat yang digunakan dalam penelitian adalah kuesioner ProMAS mencangkup 18 item pernyataan untuk melihat tingkat kepatuhan pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien berada pada kategori kepatuhan sedang tinggi sebanyak 30 responden (43%), diikuti kategori sedang rendah 24 responden (34%), tinggi 13 responden (19%), dan rendah 3 responden (4%). Kesimpulannya, mayoritas pasien hipertensi yang menjalani hemodialisa di RSPAD Gatot Soebroto menunjukkan tingkat kepatuhan yang sedang tinggi terhadap penggunaan obat antihipertensi
Copyrights © 2025