Diabetes melitus merupakan salah satu ancaman kesehatan global yang terus meningkat. Berdasarkan data dari International Diabetes Federation (IDF) pada tahun 2019, diperkirakan terdapat sekitar 463 juta orang berusia 20-79 tahun yang menderita diabetes melitus di seluruh dunia. Di Indonesia, menurut data Riskesdas 2018, terdapat 1.017.290 kasus diabetes melitus yang terdiagnosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik kepatuhan pasien diabetes melitus dalam menjalani pengobatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang melibatkan 100 pasien diabetes melitus yang menjalani pengobatan di Rumah Sakit Bhayangkara TK-1 Pusdokkes Polri. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah quota sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur tingkat kepatuhan pengobatan pasien diabetes melitus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 33% pasien berada dalam kategori "Kepatuhan Tinggi", 57% dalam kategori "Kepatuhan Sedang-Tinggi", 10% dalam kategori "Kepatuhan Sedang-Rendah", dan tidak ada pasien dalam kategori "Kepatuhan Rendah". Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar pasien (57%) memiliki tingkat kepatuhan pengobatan yang termasuk dalam kategori "Sedang-Tinggi". Selain itu, hasil analisis menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dan tingkat kepatuhan pengobatan pasien diabetes melitus di Rumah Sakit Bhayangkara TK-1 Pusdokkes Polri
Copyrights © 2025