cover
Contact Name
PRISTIYANTORO
Contact Email
pristiyantoro@ikifa.ac.id
Phone
+6281310517906
Journal Mail Official
jiftk@ikifa.ac.id
Editorial Address
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA Jl. Buaran II No. 30 A, I Gusti Ngurah Rai, Klender Jakarta Timur, Indonesia Telp. 021 - 86615593, 4244486. Email : admin@jiftk.ikifa.ac.id
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
JIFTK (Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan)
ISSN : 25277618     EISSN : 25487272     DOI : -
Core Subject : Health,
Organisasi Farmasi, Kedokteran, Kimia Organik Sintetis, Kimia Organik Bahan Alami, Biokimia, Analisis Kimia, Kimia Fisik, Biologi, Mikrobiologi, Kultur Jaringan, Botani dan hewan yang terkait dengan produk farmasi, Keperawatan, Kebidanan, Analis Kesehatan, Nutrisi dan Kesehatan Masyarakat
Articles 46 Documents
Uji Aktivitas Antioksidan Permen Jelly Ekstrak Etanol Umbi Bawang Dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb.) Hayatus Sa'adah; Sapri; Syamrotul Muzdalifah
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2019): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol.1 No.1 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bawang dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb.) merupakan salah satu tumbuhan berkhasiat yang mempunyai aktifitas sebagai antioksidan. Salah satu sediaan yang dapat dikembangkan adalah permen jelly. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui formulasi terbaik ekstrak etanol bawang dayak dalam bentuk sediaan permen jelly dengan variasi gelatin dan agar sebagai pembentuk gel. Formula permen jelly ekstrak bawang dayak menggunakan variasi konsentrasi gelatin dan agar sebagai pembentuk gel yaitu formula I dengan konsentrasi gelatin dan agar 5% : 0,5%; formula II 5% : 1,5%; formula III 12% : 0,5% dan formula IV 12% : 1,5%. Selanjutnya dilakukan uji sifat fisik dari permen jelly meliputi uji kadar air, uji pH, dan uji kualitatif antioksidan dengan KLT. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi gelatin dan agar yang memenuhi persyaratan sifat fisik sediaan permen jelly ekstrak etanol bawang dayak yaitu gelatin 12 % dan agar 1,5% yang meliputi, kadar air (20,67%), pH (4), warna, aroma, rasa, tekstur, homogenitas dan uji kualitatif antioksidan positif terdapat senyawa antioksidan dalam sediaan permen jelly yang ditandai adanya noda kuning dengan latar ungu pada plat KLT.
Formula Lipstik dengan Pewarna Alami dari Ekstrak Kelopak Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) Husnul Warnida; Dona Synta Putri; Yullia Sukawaty
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2019): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol.1 No.1 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pewarna yang digunakan lipstik umumnya merupakan pewarna sintetik. Pewarna sintetik dapat berbahaya karena mengandung logam berat seperti plumbum, aluminium, cadmium, cobalt, mangan, nikel, dan titanium. Salah satu alternatif pengganti pewarna sintetik adalah bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.). yang mengandung pigmen antosianin. Pada penelitian ini diformulasi lipstick dengan ekstrak kelopak bunga rosella pada konsentrasi 5%, 10%, 15%, 30%, dan 35%. Pengujian mutu fisik lipstik meliputi uji stabilitas terhadap perubahan bentuk, warna dan bau selama penyimpanan 7 hari pada suhu ruang dan suhu lemari pendingin, pemeriksaan homogenitas, pemeriksaan titik lebur, pemeriksaan pH, uji iritasi serta uji hedonik (uji kesukaan). Formula sediaan lipstik ekstrak bunga rosella F1 (5%), F2 (10%), F3 (15%), F4 (30%), dan F5 (35%) memenuhi persyaratan uji pH, uji kestabilan, dan uji iritasi tetapi tidak memenuhi persyaratan uji homogenitas hari ke-4 (pada suhu lemari pendingin) dan hari ke-6 (pada suhu ruang). Pada uji hedonik, lipstik dengan konsistensi yang disukai adalah F3 (15%), warna yang disukai adalah F4 (30%), dan daya oles yang disukai adalah F5 (35%).
Uji Efek Antipiretik Infusa Daun Ceremai (Phyllanthus acidus (L.) Skeels.) Terhadap Tikus Putih Jantan yang Diinduksi Vaksin DPT HB dan Profil Kromatogramnya Mela Oktapianti; Sofi Nurmay Stiani; Ranny Puspitasari
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2019): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol.1 No.1 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ceremai (Phyllanthus acidus (L.) Skeels) merupakan salah satu tanaman obat yang memiliki banyak manfaat, Diketahui kandungan ceremai (Phyllanthus acidus (L.) Skeels) memiliki kandungan zat aktif seperti flavonoid, tannin dan saponin, Senyawa flavonoid telah dikenal memiliki efek antipiretik yang bekerja sebagai inhibitor cyclooxygenase (COX) yang berfungsi memicu pembentukan prostaglandin. Permasalahan dalam penelitian adalah senyawa apakah yang terkandung dalam infusa daun ceremai (Phyllanthus acidus (L.) Skeels.) yang dapat digunakan sebagai antipiretik? dan apakah infusa daun ceremai (Phyllanthus acidus (L.) Skeels.) memiliki efek sebagai antipiretik terhadap tikus yang telah diinduksi demam dengan vaksin DPTHB dibandingkan dengan paracetamol?. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui senyawa yang terkandung dalam infusa daun ceremai (Phyllanthus acidus (L.) Skeels.) yang dapat digunakan sebagai antipiretik dan untuk menguji efek antipiretik infusa daun ceremai (Phyllanthus acidus (L.) Skeels.) terhadap tikus yang telah diinduksi demam dengan vaksin DPTHB dibandingkan dengan paracetamol. Metode penelitian berupa metode eksperimental. Analisis data berupa uji ANOVA (Analysis of Varians). Jika hasil uji ANOVA menunjukan perbedaan yang signifikan maka dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1). Infusa daun ceremai (Phyllanthus acidus (L.) Skeels.) memiliki efek sebagai antipiretik terhadap tikus putih jantan yang telah diinduksi vaksin DPT-HB namun belum sebanding dengan parasetamol (kontrol positif). (2). Infusa daun ceremai (Phyllanthus acidus (L.) Skeels.) mengandung senyawa flavonoid yang dapat digunakan sebagai antipiretik. (3). Infusa daun ceremai (Phyllanthus acidus (L.) Skeels.) 80 % (Dosis 3) merupakan dosis yang paling efektif dibandingkan dengan Infusa daun ceremai 20 % (Dosis 1) dan 40% (Dosis 2).
Uji Efek Antipiretik Ekstrak Etanol Daun Kamboja (Plumeria acuminate) Pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Jantan Galur Sprague Dawley yang Diinduksi Vaksin DPT HB dan Profil Kromatogramnya Ila Nurhillah; Yusransyah; Ranny Puspitasari
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2019): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol.1 No.1 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai tanaman obat salah satunya adalah daun kamboja. Akar dan daun kamboja (Plumeria acuminate) mengandung senyawa saponin, flavonoid, dan polifenol, selain itu daunnya juga mengandung alkaloid. Efek antipiretik di sebabkan karena penghambatan siklooksigenase oleh flavonoid yang merupakan langkah pertama pada jalur yang menuju eikosanoid seperti prostaglandin dan tromboksan. Permasalahan dalam penelitian adalah apakah ekstrak etanol daun kamboja (Plumeria acuminate) memiliki efek sebagai antipiretik? dan metabolit sekunder apa saja yang terkandung dalam ekstrak etanol daun kamboja (Plumeria acuminate) yang dapat digunakan sebagai antipiretik. Tujuan dari penelitian adalah untuk menguji efek antipiretik ekstrak etanol daun kamboja (Plumeria acuminate) pada tikus yang telah diinduksi demam dengan vaksin DPT-HB dibandingkan dengan parasetamol dan untuk mengetahui metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak etanol daun kamboja (Plumeria acuminate) yang dapat digunakan sebagai antipiretik. Prosedur penelitian meliputi persiapan sampel, uji fitokimia simplisia, pembuatan ekstrak etanol daun kamboja, pembuatan larutan paracetamol, penyiapan bahan uji dan control, penyiapan bahan percobaan, induksi vaksin DPT HB dan pengujian antipretik. Data dalam penelitian berupa penurunan suhu tubuh pada tikus yang pengukurannya dilakukan melalui rektal (anus) menggunakan termometer digital pada tikus masing-masing kelompok. Untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol daun kamboja terhadap penurunan suhu tubuh tikus maka dilakukan uji ANOVA (Analysis of Varians). Jika hasil uji ANOVA menunjukan perbedaan yang signifikan maka dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian yaitu ekstrak etanol daun kamboja (Plumeria acuminate) memiliki efek sebagai antipiretik. Metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak etanol daun kamboja (Plumeria acuminate) yang dapat digunakan sebagai antipiretik adalah flavonoid. Dosis ekstrak etanol daun kamboja (Plumeria acuminate) yang memiliki efek optimum sebagai antipiretik adalah ekstrak etanol daun kamboja 561,8 mg/kgBB.
Penetapan Kadar Kalsium Pada Air Sumur Galian Tanah di Desa Sampang Gedangsari Gunung Kidul dengan Metode Spektrofotometri Serapan Atom Anita Agustina; Rahmi Nurhaini; Wiyati Wulandari
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2019): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol.1 No.1 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kalsium adalah logam putih perak yang agak lunak dan merupakan salah satu mineral yang dibutuhkan tubuh manusia, mempunyai sifat mudah larut dalam air. Meskipun kalsium dibutuhkan oleh tubuh, tetapi jika dikonsumsi secara berlebihan dapat menyebabkan efek yang kurang menguntungkan bagi tubuh yaitu munculnya batu ginjal. Penelitian ini termasuk penelitian observasional, yaitu penelitian dimana peneliti hanya melakukan observasi tanpa memberikan intervensi pada variabel yang akan diteliti. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara total sampling, semua sumur diambil untuk dijadikan sampel yaitu sebanyak 28 sumur. Pengukuran kadar kalsium (Ca) dilakukan mengunakan alat Spektrofotometri Serapan Atom (SSA) dengan panjang gelombang 422,7 nm. Pada penelitian ini menggunakan konsentrasi kalsium 0 mg/L; 0,5 mg/L; 1 mg/L; 2 mg/L; 3 mg/L; dan 4 mg/L. Persamaan garis regresi (Y) dan koefisien korelasi (r) yang diperoleh dari hasil penentuan linieritas kurva kalibrasi menunjukkan adanya hubungan yang sebanding antara absorbansi dan konsentrasi. Dari penelitian ini dapat diketahui hasil kadar kalsium (Ca) rata-rata 53,158 mg/L±0,083. Hal ini menunjukkan kadar kalsium yang diperoleh tidak melebihi batas dari standar baku mutu yang telah ditetapkan oleh WHO yaitu 150 mg/L.
Kesesuaian Penyimpanan Obat High Alert di Depo Obat Rumah Sakit X di Kalimantan Selatan Tahun 2015 Aditya Maulana Perdana Putra
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2019): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol.1 No.1 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obat High Alert adalah obat yang memiliki risiko tinggi menyebabkan bahaya besar pada pasien jika tidak digunakan secara tepat. Menurut Permenkes No 58 tahun 2014 Tentang Standar Pelayanan di Rumah Sakit bahwa obat high alert wajib disimpan secara terpisah dari penyimpanan lain dan diberikan penandaan khusus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Bagaimana Kesesuaian Penyimpanan Obat High Alert dengan List Of ISMP di Depo Obat Rumah Sakit X. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. populasi penelitian adalah depo obat Rumah Sakit X yang berjumlah lima depo. Sampel pada penelitian ini adalah sampel jenuh. Alat penelitian pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi. Hasil penelitian yang dilakukan seluruh depo obat Rumah Sakit X tidak sesuai dalam penyimpanan obat high alert. diperoleh kesimpulan bahwa penyimpanan Obat high alert di depo Obat Rumah Sakit X yaitu lima depo obat terdapat depo VIP Intan dan depo IGD semua obat high alert sesuai dan tiga depo obat lainnya yaitu depo BPJS Rawat Jalan, depo BPJS Rawat Inap, depo Rawat Jalan Umum tidak sesuai. Untuk penyimpanan Obat Look Alike terdapat dua depo Obat yang tidak sesuai dalam melakukan penyimpanan Obat Look Alike yaitu depo Vip Intan dan depo IGD. Sedangkan pada penyimpanan Obat Sound Alike dari lima depo Obat yang diteliti terdapat hasil hampir semua depo obat tidak sesuai dengan List Of ISMP.
Pola Penggunaan Obat Antihipertensi dan Kesesuaiannya pada Pasien Geriatri Rawat Jalan di RSUD Ulin Banjarmasin Periode April 2015 Yugo Susanto; Riza Alfian
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2019): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol.1 No.1 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko utama penyebab gangguan jantung. Selain mengakibatkan gagal jantung, hipertensi dapat juga berakibat terjadinya gagal ginjal maupun penyakit serebrovaskular. Di negara berkembang, hipertensi telah menggeser penyakit menular sebagai penyebab terbesar mortalitas dan morbiditas. Hal ini dibuktikan dari hasil Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2013 melalui pengukuran pada umur ≥18 tahun di wilayah kalimantan selatan menduduki peringkat kedua yakni sebanyak (30,8%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola penggunaan obat antihipertensi dan kesesuaiannya pada pasien geriatri rawat jalan di RSUD Ulin Banjarmasin periode April 2015. Penelitian ini merupakan penelitian observasional yang bersifat deskriptif dan retrospektif dengan sampel berupa data rekam medik kesehatan (RMK) pasien geriatri penderita hipertensi dengan atau tanpa penyakit penyerta di RSUD Ulin Banjarmasin periode April 2015. Sampel yang didapat dari penelitian ini yaitu sebanyak 197 pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pasien hipertensi geriatri di RSUD Ulin Banjarmasin periode April 2015 didominasi oleh pasien hipertensi tingkat I dengan jumlah 105 pasien (53,30%) kemudian diikuti oleh pasien pre-hipertensi yaitu sebanyak 49 pasien (24,88%) dan selanjutnya adalah pasien hipertensi tingkat II yaitu sebanyak 43 pasien (21,82%). Obat antihipertensi yang diresepkan pada pasien geriatri ini kebanyakan digunakan secara tunggal yaitu sejumlah 119 pasien (60,41%). Golongan Antihipertensi yang sering digunakan adalah golongan Penghambat saluran kalsium (CCB) yaitu sebanyak 116 macam (42.02%). Kesesuaian terapi penggunaan obat antihipertensi pada pasien geriatri rawat jalan di RSUD Ulin Banjarmasin dibandingkan dengan literatur Joint National Comitte Seventh (JNC VII), dinyatakan bahwa terapi penggunaan obat antihipertensi yang sesuai adalah sebayak 100 pasien (50.77%) dan yang dinyatakan tidak sesuai adalah sebanyak 97 pasien (49.23%).
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Penggunaan Metode Kontrasepsi IUD di Puskesmas Cileungsi Bogor tahun 2013 Eny Irawati
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2019): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol.1 No.1 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi penggunaan metode kontrasepsi IUD, dan tujuan khususnya adalah untuk mengetahui gambaran, hubungan dan factor paling dominan dari variable jumlah anak, umur, pendidikan, penghasilan perkapita, dukungan suami, konseling KB, pengetahuan dan riwayat pengguna IUD. Metodologi penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang ber sifat analisis deskriptif dengan desain Cross Sectional.Total populasi 931 akseptor dengan jumlah sampel 282 akseptor. Variable dependen adalah pengguna metode kontrasepsi IUD, variable independent jumlah anak, umur, pendidikan, penghasilan perkapita, dukungan suami, konseling KB, pengetahuan dan riwayat pengguna IUD. Teknik analisa data bivariat menggunakan chi-square dan analisis multivariate dengan Logistic Multiple Regretion. Hasil penelitian jumlah anak dan riwayat pengguna IUD p value >0,05 dan secara statistik tidak ada hubungan. Variable umur, pendidikan, penghasilan, dukungan suami dan konseling KB nilai p value <0,05 dan secara statistic ada hubungan yang bermakna dengan penggunaan metode kontrasepsi IUD. Variable pendidikan merupakan variable paling dominan berpengaruh terhadap penggunaan IUD dengan nilai OR 11,088. Diharapkan Dinas Kesehatan Bogor mengembangkan program pelayanan KB IUD dan Puskesmas Cileungsi memberikan pelatihan bagi tenaga kesehatan, meningkatkan sarana prasarana pelayanan kontrasepsi IUD dan melakukan konseling pada calon akseptor serta pembinaan kepada akseptor agar kelangsungan pemakaian metode kontrasepsi IUD semakin terjaga.
Hubungan Tingkat Kepatuhan Minum Obat dengan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II di Puskesmas Banjarbaru Utara Ratih Pratiwi Sari
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2019): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol.1 No.1 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula dalam darah melebihi batas normal. Faktor utama yang menyebabkan tingginya kadar gula darah pada pasien diabetes melitus adalah ketidakpatuhan pasien dalam mengkonsumsi obat hipoglikemik oral. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepatuhan minum obat dan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kepatuhan minum obat dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pengambilan data menggunakan teknik consecutive sampling selama periode bulan Desember 2015 sampai Januari 2016. Subyek penelitian adalah pasien diabetes melitus tipe II di Puskesmas Banjarbaru Utara yang menerima obat Hipoglikemik oral dengan kuesioner kepatuhan Morisky Medication Adherence Scale (MMAS). Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepatuhan minum obat pada pasien diabetes melitus yaitu kepatuhan rendah (55,88%), kepatuhan sedang (20,59%), dan kepatuhan tinggi (23,53%). Terdapat korelasi yang tidak bermakna antara kepatuhan minum obat dengan kadar gula darah puasa (p>0,05) dan terdapat korelasi yang bermakna antara kepatuhan minum obat dengan kadar gula darah 2 jam setelah makan (p<0,05) dengan arah korelasi negatif. Berdasarkan penelitian ini disimpulkan bahwa tingkat kepatuhan minum obat pada pasien diabetes melitus tipe II di Puskesmas Banjarbaru Utara tergolong dalam tingkat kepatuhan rendah. Hubungan antara kepatuhan dengan kadar gula darah memiliki interpretasi yang sesuai harapan yaitu semakin tinggi kepatuhan maka kadar gula darah semakin rendah.
Pengaruh Konseling Terhadap Konsumsi Garam pada Pasien Hipertensi di RSUD Dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin Saftia Aryzki; Riza Alfian
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2019): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol.1 No.1 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko utama gangguan jantung. Selain mengakibatkan gagal jantung, hipertensi dapat berakibat terjadinya gagal ginjal maupun penyakit serebrovaskular. Perilaku pasien dengan asupan natrium dan lemak tinggi, kepatuhan yang rendah yang dapat menyebabkan tidak tercapainya tujuan terapi sehingga terjadi penurunan kualitas hidup pasien hipertensi. Oleh karena itu diperlukan suatu metode untuk meningkatkan hal-hal tersebut, salah satunya dengan metode brief counseling-5A. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh brief counseling-5A terhadap asupan natrium yang tinggi pada pasien hipertensi rawat jalan di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin pada bulan April-Juni 2015. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuasi-eksperimental menggunakan rancangan penelitian two group pretest and postest dengan pengambilan data pasien secara prospektif. Subjek yang memenuhi kriteria inklusi sejumlah 68 pasien menjadi dua kelompok secara acak yaitu 34 pasien yang mendapatkan intervensi dan 34 pasien tidak mendapatkan intervensi. Kriteria eksklusi adalah pasien dengan kondisi hamil, tuli dan tidak hadir pada kunjungan kedua atau ketiga. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara dan pengisian kuesioner tingkat perilaku berobat, kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ). Data tekanan darah diambil dari catatan medis. Data dianalisis dengan uji kolmogorov-smirnov untuk mendeskripsikan distribusi pasien, uji wilcoxon untuk melihat perbandingan skor rata-rata saat pre dan post perlakuan, sedangkan uji mann-whitney untuk mengetahui perbedaan tingkah perilaku asupan natrium terhadap pasien hipertensi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian brief counseling-5A dapat merubah perilaku pasien kelompok perlakuan terhadap asupan natrium pada pasien kelompok perlakuan mengalami perubahan secara signifikan pada post 1 (833,08±560,77) dan p=0,000, pada post 2 (683,58±456,32) dan p=0,000. Disimpulkan bahwa brief counseling-5A pasien hipertensi secara positif dapat merubah perilaku pasien dalam asupan natrium pasien hipertensi.