Sebagai salah satu cara untuk mengurangi biaya produksi sel surya DSSC, maka dilakukan ektraksi dan karakterisasi zat pewarna dari buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) sebagai penyerap cahaya dalam sel surya DSSC. Ekstraksi zat pewarna dari buah naga dilakukan dengan metode maserasi dengan variasi pelarut (ethanol, methanol dan akuades), yang selanjutnya ekstrak tersebut digunakan sebagai agen pereduksi pada sintensis nanopartikel perak (AgNP) yang dikenal dengan metode green-sintesis. Lalu dilakukan karakterisasi FTIR, XRD, EDS, dan UV-Vis untuk mengetahui ikatan kimia, struktur kristal, daerah penyerapan, komposisi kimia zat pewarna ekstrak buah naga (EBN) dan nanopartikel perak (AgNP). Untuk mengetahui kemampuan elektrokatalisis elektroda kerja DSSC maka dilakukan karakterisasi LSV. EBN menunjukkan daerah serapan pada daerah cahaya tampak yaitu dari 300-550 nm dengan puncak penyerapan yang berada pada sekitar 350 nm dan 530 nm. Pada AgNP, puncak serapan pada sekitar 530 nm hilang dan muncul serapan pada sekitar 430 nm yang mengindikasikan terbentuknya nanopartikel perak yang dikonfirmasi leboh lanjut dari spektrum XRD nya. Nilai celah energi terkecil diperoleh untuk EBN dalam pelarut akuades dan AgNP dalam pelarut methanol, yaitu 2,89 eV dan 3,60 eV secara berurutan. Hasil pengukuran LSV untuk EBN dengan pelarut akuades dan etanol menunjukkan adanya proses faradaik yang ditandai munculnya arus pada kondisi disinari maupun gelap, sedangkan untuk pelarut metanol tidak menunjukkan adanya arus reduksi pada kondisi disinari maupun kondisi gelap. AgNP menunjukkan adanya arus reduksi untuk semua pelarut baik dalam kondisi gelap maupun kondisi disinari, akan tetapi posisi puncak reduksinya bergeser kearah tegangan positif yaitu sekitar 0,2 V untuk semua sampel.
Copyrights © 2024