p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Aplikasi Fisika
Waode Sukmawati Arsyad
Physics Department, Halu Oleo University

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Green-sintesis nanopartikel perak dari buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) dan karakterisasi sifat fisika dan kimianya sebagai penyerap cahaya dalam sel surya DSSC Waode Sukmawati Arsyad; Gemmy Lisar; La Ode Ahmad Nur Ramadhan; Ida Usman
Jurnal Aplikasi Fisika Vol. 20 No. 01 (2024)
Publisher : Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai salah satu cara untuk mengurangi biaya produksi sel surya DSSC, maka dilakukan ektraksi dan karakterisasi zat pewarna dari buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) sebagai penyerap cahaya dalam sel surya DSSC. Ekstraksi zat pewarna dari buah naga dilakukan dengan metode maserasi dengan variasi pelarut (ethanol, methanol dan akuades), yang selanjutnya ekstrak tersebut digunakan sebagai agen pereduksi pada sintensis nanopartikel perak (AgNP) yang dikenal dengan metode green-sintesis. Lalu dilakukan karakterisasi FTIR, XRD, EDS, dan UV-Vis untuk mengetahui ikatan kimia, struktur kristal, daerah penyerapan, komposisi kimia zat pewarna ekstrak buah naga (EBN) dan nanopartikel perak (AgNP). Untuk mengetahui kemampuan elektrokatalisis elektroda kerja DSSC maka dilakukan karakterisasi LSV. EBN menunjukkan daerah serapan pada daerah cahaya tampak yaitu dari 300-550 nm dengan puncak penyerapan yang berada pada sekitar 350 nm dan 530 nm. Pada AgNP, puncak serapan pada sekitar 530 nm hilang dan muncul serapan pada sekitar 430 nm yang mengindikasikan terbentuknya nanopartikel perak yang dikonfirmasi leboh lanjut dari spektrum XRD nya. Nilai celah energi terkecil diperoleh untuk EBN dalam pelarut akuades dan AgNP dalam pelarut methanol, yaitu 2,89 eV dan 3,60 eV secara berurutan. Hasil pengukuran LSV untuk EBN dengan pelarut akuades dan etanol menunjukkan adanya proses faradaik yang ditandai munculnya arus pada kondisi disinari maupun gelap, sedangkan untuk pelarut metanol tidak menunjukkan adanya arus reduksi pada kondisi disinari maupun kondisi gelap. AgNP menunjukkan adanya arus reduksi untuk semua pelarut baik dalam kondisi gelap maupun kondisi disinari, akan tetapi posisi puncak reduksinya bergeser kearah tegangan positif yaitu sekitar 0,2 V untuk semua sampel.
Pretreatment batubara (tipe sub-bituminus) menggunakan metode leaching asam basa dengan NaOH dan HCl serta karakterisasi sifat fisis dan kimianya Waode Sukmawati Arsyad; Muhammad Arohman; La Agusu; Ida Usman; La Aba; I Nyoman Sudiana; Ismail Saleh; La Ode Rusman
Jurnal Aplikasi Fisika Vol. 20 No. 02 (2024): Jurnal Aplikasi Fisika
Publisher : Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62749/jaf.v20i02.p17-23

Abstract

Untuk meningkatkan kualitas rGO yang dihasilkan dari batu bara maka perlu dilakukan proses pre-treatment pada sampel batu bara. Batu bara yang digunakan adalah jenis sub-bituminus dari Kolaka Timur. Proses pre-treatment yang dilakukan adalah dengan proses leaching menggunakan basa (NaOH) dengan variasi konsentrasi (1, 2, 4, 8 dan 10) M, dan asam (HCl) dengan konsentrasi tetap, yaitu 5M. Sampel batu bara dan hasil leachingnya kemudian dikarakterisasi kandungan karbon, perubahan ikatan kimianya, struktur kristal dan resistansinya menggunakan energi dispersive X-ray spectroscopy (EDS), FTIR, XRD dan LCR meter. Dari hasil EDS diperoleh rasio C/O tertinggi sebesar 1,9 untuk proses leaching dengan konsentrasi 8M NaOH+5M HCl. Terjadi penurunan kadar oksigen pada batu bara setelah melalui proses leaching NaOH+HClyang menunjukan meningkatnya kualitas batu bara yang ditandai dengan menunurunnya luas daerah pada kurva 3448 cm-1 dar grafik hasil karakterisasi q FTIR. Hal ini didukung dengan hasil karakterisasi XRD yang menunjukan batu bara yang telah dileaching dengan menggunakan NaOH dan HCl berubah menjadi grafit pada posisi 2-theta 26,5° dan intensitas grafit tertinggi pada konsentras 8M NaOH+5M HCl.