Peningkatan protokol keselamatan di dalam reaktor nuklir merupakan akibat langsung dari insiden yang parah. Kemajuan teknologi reaktor yang menghasilkan energi nuklir yang menjanjikan dan canggih adalah penggunaan bahan bakar cair dalam Reaktor Garam Cair, yang membedakannya dengan reaktor lain. Dengan menggunakan kerangka kerja Semi-Implisit Partikel Bergerak, sebuah model dikembangkan dalam penelitian ini untuk menganalisis fitur hidrodinamika tangki drainase dalam sistem keselamatan reaktor nuklir. Level permukaan cairan setelah 25 detik adalah 0,2 m untuk air biasa dan 0,156 m untuk FLiBe. Selama waktu simulasi 25 detik, kecepatan air ringan berkurang dari 3,8 m/s menjadi 1,9 m/s dan kecepatan FLiBe berkurang dari 4,05 m/s menjadi 1,93 m/s. Serupa dengan hasil kecepatan, tekanan hidrostatik air ringan menurun dari 9216,9 Pa menjadi 1074,3 Pa dan tekanan hidrostatik FLiBe menurun dari 14298 Pa menjadi 1577,9 Pa. Hasil yang diperoleh menunjukkan koefisien debit masing-masing cairan antara 0.6 dan 0.8 di mana debitnya antara 0,10 m³/s dan 0,12 m³/s. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pola yang diamati pada penurunan level cairan serupa, meskipun cairan berbeda dalam hal densitas dan viskositas kinematik. Ketiga cairan menunjukkan pola yang sebanding selama jangka waktu yang diamati, yang mengindikasikan respons dinamis yang serupa. Kecepatan, tekanan hidrostatik, dan kehilangan tekanan cairan menurun seiring waktu. Penyelidikan ini tidak hanya berfokus pada proses transmisi panas. Di masa depan, mungkin akan menarik untuk memasukkan transportasi panas dalam perhitungan. Hal ini dapat mengarah pada penemuan informasi lebih lanjut tentang dinamika cairan di dalam tangki karena perpindahan panas mempengaruhinya selama proses pembuangan.
Copyrights © 2025