p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Aplikasi Fisika
Muhammad Rizqie Arbie
Physics of Earth and Complex Systems Research Division, Physics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Bandung Institute of Technology, Bandung, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Eksplorasi Dinamika Fluida FLiBe pada Reaktor Garam Cair: Studi Simulasi Pengosongan Tangki Bahan Bakar Menggunakan Metode Moving Particle Semi-Implicit Aziz Satrio; Asril Pramutadi Andi Mustari; Muhammad Rizqie Arbie; Ismail Saleh; Muhammad Abhil Ardani
Jurnal Aplikasi Fisika Vol. 21 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62749/jaf.v21i1.p14-24

Abstract

Peningkatan protokol keselamatan di dalam reaktor nuklir merupakan akibat langsung dari insiden yang parah. Kemajuan teknologi reaktor yang menghasilkan energi nuklir yang menjanjikan dan canggih adalah penggunaan bahan bakar cair dalam Reaktor Garam Cair, yang membedakannya dengan reaktor lain. Dengan menggunakan kerangka kerja Semi-Implisit Partikel Bergerak, sebuah model dikembangkan dalam penelitian ini untuk menganalisis fitur hidrodinamika tangki drainase dalam sistem keselamatan reaktor nuklir. Level permukaan cairan setelah 25 detik adalah 0,2 m untuk air biasa dan 0,156 m untuk FLiBe. Selama waktu simulasi 25 detik, kecepatan air ringan berkurang dari 3,8 m/s menjadi 1,9 m/s dan kecepatan FLiBe berkurang dari 4,05 m/s menjadi 1,93 m/s. Serupa dengan hasil kecepatan, tekanan hidrostatik air ringan menurun dari 9216,9 Pa menjadi 1074,3 Pa dan tekanan hidrostatik FLiBe menurun dari 14298 Pa menjadi 1577,9 Pa. Hasil yang diperoleh menunjukkan koefisien debit masing-masing cairan antara 0.6 dan 0.8 di mana debitnya antara 0,10 m³/s dan 0,12 m³/s. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pola yang diamati pada penurunan level cairan serupa, meskipun cairan berbeda dalam hal densitas dan viskositas kinematik. Ketiga cairan menunjukkan pola yang sebanding selama jangka waktu yang diamati, yang mengindikasikan respons dinamis yang serupa. Kecepatan, tekanan hidrostatik, dan kehilangan tekanan cairan menurun seiring waktu. Penyelidikan ini tidak hanya berfokus pada proses transmisi panas. Di masa depan, mungkin akan menarik untuk memasukkan transportasi panas dalam perhitungan. Hal ini dapat mengarah pada penemuan informasi lebih lanjut tentang dinamika cairan di dalam tangki karena perpindahan panas mempengaruhinya selama proses pembuangan.
Investigasi Mekanisme Peleburan Freeze Plug dalam Reaktor Garam Cair: Wawasan dari Eksperimen Lilin Padat-Minyak Panas Ismail Saleh; Asril Pramutadi Andi Mustari; Muhammad Rizqie Arbie; Jirman; Muhammad Abhil Ardani
Jurnal Aplikasi Fisika Vol. 21 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62749/jaf.v21i1.p35-43

Abstract

Peleburan sumbat beku adalah fitur keselamatan pasif utama dalam Reaktor Garam Cair (MSR), yang dirancang untuk diaktifkan ketika suhu melebihi ambang batas. Sumbat peleburan memungkinkan garam cair mengalir dan mencegah panas berlebih. Penelitian ini menyelidiki prinsip-prinsip pencairan sumbat beku melalui eksperimen yang disederhanakan dengan menggunakan lilin padat dan minyak goreng panas. Sampel lilin padat dengan volume 25 ml, 50 ml, dan 75 ml dipaparkan pada minyak panas 140°C dalam volume 50 ml. Pengamatan menunjukkan bahwa volume minyak yang lebih besar menghasilkan suhu puncak yang lebih tinggi dan laju pendinginan yang lebih lambat, konsisten dengan konsep massa termal. Volume yang lebih besar menahan panas lebih lama dan memindahkannya secara lebih efektif, menciptakan puncak suhu yang lebih luas dan bertindak sebagai reservoir termal yang stabil. Sebaliknya, volume minyak yang lebih kecil menunjukkan kehilangan panas yang lebih cepat karena massa termal yang terbatas. Hasil ini menyoroti peran massa termal dalam mempertahankan panas dan mengelola laju pendinginan, yang sangat penting untuk keselamatan reaktor. Volume minyak yang lebih besar kemungkinan meminimalkan efek isolasi, memfasilitasi perpindahan panas yang efektif. Perilaku ini secara langsung berdampak pada laju pemanasan awal dan stabilitas suhu jangka panjang, yang penting untuk kinerja sumbat beku. Studi ini menggarisbawahi perlunya mengoptimalkan bahan sumbat beku, dengan fokus pada titik leleh, konduktivitas termal, dan stabilitas di bawah berbagai beban termal. Perbaikan di bidang-bidang ini dapat meningkatkan retensi panas dan kinerja perubahan fasa, meningkatkan keselamatan dan efisiensi reaktor. Penelitian di masa depan harus mengeksplorasi bahan dan konfigurasi alternatif untuk menyempurnakan desain MSR, memastikan operasi yang lebih andal dan sistem reaktor yang lebih aman.