Peleburan sumbat beku adalah fitur keselamatan pasif utama dalam Reaktor Garam Cair (MSR), yang dirancang untuk diaktifkan ketika suhu melebihi ambang batas. Sumbat peleburan memungkinkan garam cair mengalir dan mencegah panas berlebih. Penelitian ini menyelidiki prinsip-prinsip pencairan sumbat beku melalui eksperimen yang disederhanakan dengan menggunakan lilin padat dan minyak goreng panas. Sampel lilin padat dengan volume 25 ml, 50 ml, dan 75 ml dipaparkan pada minyak panas 140°C dalam volume 50 ml. Pengamatan menunjukkan bahwa volume minyak yang lebih besar menghasilkan suhu puncak yang lebih tinggi dan laju pendinginan yang lebih lambat, konsisten dengan konsep massa termal. Volume yang lebih besar menahan panas lebih lama dan memindahkannya secara lebih efektif, menciptakan puncak suhu yang lebih luas dan bertindak sebagai reservoir termal yang stabil. Sebaliknya, volume minyak yang lebih kecil menunjukkan kehilangan panas yang lebih cepat karena massa termal yang terbatas. Hasil ini menyoroti peran massa termal dalam mempertahankan panas dan mengelola laju pendinginan, yang sangat penting untuk keselamatan reaktor. Volume minyak yang lebih besar kemungkinan meminimalkan efek isolasi, memfasilitasi perpindahan panas yang efektif. Perilaku ini secara langsung berdampak pada laju pemanasan awal dan stabilitas suhu jangka panjang, yang penting untuk kinerja sumbat beku. Studi ini menggarisbawahi perlunya mengoptimalkan bahan sumbat beku, dengan fokus pada titik leleh, konduktivitas termal, dan stabilitas di bawah berbagai beban termal. Perbaikan di bidang-bidang ini dapat meningkatkan retensi panas dan kinerja perubahan fasa, meningkatkan keselamatan dan efisiensi reaktor. Penelitian di masa depan harus mengeksplorasi bahan dan konfigurasi alternatif untuk menyempurnakan desain MSR, memastikan operasi yang lebih andal dan sistem reaktor yang lebih aman.
Copyrights © 2025