Prevelensi global GGK pada tahun 2017 sebesar 9,1% atau kurang lebih 700 juta kasus. Hemodialisis merupakan terapi pada pasien GGK tahap akhir dan akan berlangsung seumur hidup atau hingga pasien mendapatkan transplantasi ginjal. Tetapi terdapat masalah malnutrisi yang seringkali muncul pada pasien GGK yang menjalani hemodialisis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan lama menjalani hemodialisis dengan status gizi. Metode yang digunakan dalam penbelitian ini yaitu studi analitik observasional dengan desain cross sectional. Sampel berjumlah 156 responden diperoleh dari data rekam medis di RSUD Koja pada pasien GGK yang menjalani hemodialisis. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Chi-square pada program SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 40-60 tahun (63,5%) dan berjenis kelamin laki-laki (51,3%). Hipertensi (65%) ,menjadi penyakit penyerta yang paling banyk didertita pasien. Mayoritas pasien menjalani hemodialisis dua kali seminggu (98,1%) dan telah menjalani lebih dari satu tahun (62,8%). Persebaran berdasarkan status gizi responden memiliki status gizi normal (84%) dan gizi tidak normal (16%). Hasil uji Chi-square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara lama menjalani hemodialisis dengan status gizi (p value = 0,222) pasien. Sehingga diperoleh ksimpulan bahwa tidak didapatkan hubungan yang bermakna antara lama menjalani hemodialisis dengan status gizi pada pasien GGK.
Copyrights © 2023