Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan antara Gangguan Tidur dengan Ide Bunuh Diri pada Usia Produktif di Masa Pandemi Covid-19 Jihan Samira; Irgy Prijenka Ardhanariswara
Indonesian Journal of Applied Science and Technology Vol. 3 No. 2 (2022): Edisi Juli-Desember 2022
Publisher : Indonesian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi Covid-19 merupakan peristiwa menyebarnya virus Coronavirus jenis SARS-CoV-2 sebagai penyebabnya. Kondisi pandemi Covid-19 membuat perubahan diantaranya rutinitas sehari-hari, kurangnya interaksi sosial, hingga kehilangan pekerjaan yang mengakibatkan stres saat pandemi berdampak buruk pada kualitas tidur dan peningkatan risiko ide bunuh diri. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara gangguan tidur dengan ide bunuh diri pada usia produktif di masa pandemi. Desain penelitian yang digunakan yaitu observasional analitik dengan data potong lintang. Jumlah sampel sebanyak 78 orang. Data hasil penelitian dianalisis secara univariat dan bivariate. Analisis univariat menggambarkan data penenlitian. Analisis bivariat dengan uji fisher’s exact menggunakan IBM SPSS 26. Hasil analisis data didapatkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara gangguan tidur dengan ide bunuh diri pada usia produktif di masa pandemi Covid-19 (p = 0,608) dan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara sosiodemografi (jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan status pendapatan) dengan ide bunuh diri (p = 0,222; p = 0,513 dan p = 0,459. Hasil lain yang didapatkan ada hubungan antara stres akibat pandemi covid-19 dengan gangguan tidur (p = 0,003) dan terdapat hubungan antara stres akibat pandemi covid-19 dengan ide bunuh diri (p = 0,033). Dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk menilai faktor-faktor yang mempengaruhi gangguan tidur dan ide bunuh diri.
Hubungan Lama Menjalani Hemodialisis dengan Status Gizi Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Natasha Louise Euphora; Jihan Samira
Indonesian Journal of Applied Science and Technology Vol. 4 No. 1 (2023): Edisi Januari-Juni 2023
Publisher : Indonesian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevelensi global GGK pada tahun 2017 sebesar 9,1% atau kurang lebih 700 juta kasus. Hemodialisis merupakan terapi pada pasien GGK tahap akhir dan akan berlangsung seumur hidup atau hingga pasien mendapatkan transplantasi ginjal. Tetapi terdapat masalah malnutrisi yang seringkali muncul pada pasien GGK yang menjalani hemodialisis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan lama menjalani hemodialisis dengan status gizi. Metode yang digunakan dalam penbelitian ini yaitu studi analitik observasional dengan desain cross sectional. Sampel berjumlah 156 responden diperoleh dari data rekam medis di RSUD Koja pada pasien GGK yang menjalani hemodialisis. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Chi-square pada program SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 40-60 tahun (63,5%) dan berjenis kelamin laki-laki (51,3%). Hipertensi (65%) ,menjadi penyakit penyerta yang paling banyk didertita pasien. Mayoritas pasien menjalani hemodialisis dua kali seminggu (98,1%) dan telah menjalani lebih dari satu tahun (62,8%). Persebaran berdasarkan status gizi responden memiliki status gizi normal (84%) dan gizi tidak normal (16%). Hasil uji Chi-square  menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara lama menjalani hemodialisis dengan status gizi (p value = 0,222) pasien.  Sehingga diperoleh ksimpulan bahwa tidak didapatkan hubungan yang bermakna antara lama menjalani hemodialisis dengan status gizi pada pasien GGK.