Perumusan masalah penelitian selama ini umumnya berfokus pada dua pendekatan utama, yaitu kesenjangan antara teori dan praktik serta kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Pendekatan ini cenderung menyoroti permasalahan dan kegagalan, sementara fenomena keberhasilan sering kali terabaikan. Penelitian ini bertujuan untuk menawarkan paradigma baru melalui konsep kesenjangan keberhasilan (success gap) sebagai alternatif dalam perumusan masalah penelitian, khususnya dalam konteks manajemen pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui studi pustaka dengan menelaah berbagai literatur internasional bereputasi, termasuk publikasi UNESCO, OECD, Springer, dan Taylor & Francis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan dapat menjadi objek kajian ilmiah yang penting karena mampu mengungkap faktor, strategi, dan praktik terbaik yang mendorong tercapainya capaian di atas ekspektasi. Temuan ini memberikan implikasi signifikan terhadap pengembangan teori, perumusan kebijakan berbasis bukti, dan inovasi manajemen pendidikan Islam berbasis nilai-nilai spiritual dan teknologi. Oleh karena itu, paradigma kesenjangan keberhasilan dapat dijadikan kerangka konseptual baru untuk memperluas wawasan penelitian dan meningkatkan kualitas praktik pendidikan di era transformasi digital.
Copyrights © 2025