Latar belakang: Pertumbuhan dan perkembangan bayi yang optimal, baik secara fisik, mental, maupun kecerdasan, sangat dipengaruhi oleh pemberian Air Susu Ibu (ASI). ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja kepada bayi tanpa tambahan cairan atau makanan lain selama enam bulan pertama kehidupan. WHO dan UNICEF merekomendasikan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 0–6 bulan. Namun, cakupan ASI eksklusif secara global masih rendah. UNICEF melaporkan bahwa pada periode 2017–2019, cakupan ASI eksklusif hanya berkisar 40% di 194 negara. Rendahnya pemberian ASI eksklusif dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain kurangnya pengetahuan ibu, minimnya edukasi dari petugas kesehatan, keterbatasan tenaga konselor ASI, serta kurangnya dukungan keluarga dan lingkungan. Tujuan: untuk mengetahui pengetahuan dan sikap ibu menyusui tentang ASI eksklusif melalui penyeuluhan di Dusun Talaga Ratu, Desa Kairatu. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan rancangan one group pretest–posttest tanpa kelompok kontrol. Sampel penelitian berjumlah 15 ibu menyusui yang ditentukan menggunakan metode total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner. Pengolahan dan analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak SPSS dengan uji Wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa promosi kesehatan menggunakan media leaflet dan ceramah efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu menyusui tentang ASI eksklusif. Secara statistik, diperoleh nilai p-value untuk pengetahuan sebesar 0,001 dan untuk sikap sebesar 0,001. Simpulan: Promosi kesehatan melalui media leaflet dan ceramah terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu menyusui mengenai ASI eksklusif di Dusun Talaga Ratu, Desa Kairatu
Copyrights © 2023