Pendidikan inklusif bertujuan memberikan kesempatan belajar yang setara bagi semua siswa, termasuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Penelitian ini mendeskripsikan penerapan model Teams Games Tournament (TGT) pada pembelajaran persamaan lingkaran di kelas inklusif yaitu XI-K di SMAN 10 Surabaya serta dinamika partisipasi siswa reguler dan ABK. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode analisis naratif berdasarkan catatan observasi guru pamong. Analisis dilakukan melalui tahap pengorganisasian data, pembacaan konteks, pengelompokan tema, rekonstruksi narasi, dan penafsiran makna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TGT menciptakan suasana belajar aktif, kompetitif, dan kolaboratif. Siswa reguler dan ABK menunjukkan antusiasme tinggi; siswa slow learning aktif berkontribusi, siswa tunarungu fokus mengikuti kegiatan, sedangkan siswa tunanetra cenderung pasif namun tetap terlibat. Secara keseluruhan, TGT efektif mendorong keterlibatan sosial, rasa percaya diri, dan kerja sama dalam pembelajaran inklusif.
Copyrights © 2025