International Journal of Linguistics and Indigenous Culture
Vol. 2 No. 1 (2024): March

Analisis Bahasa Kesat dalam Ruang Komen Borneo Bulletin berkaitan gelombang kedua Covid-19 di Negara Brunei Darussalam




Article Info

Publish Date
31 Mar 2024

Abstract

Isu penularan wabak virus korona (Covid-19 seterusnya) dan kadar kematian seluruh dunia merupakan sebab utama hampir semua rakyat merasa cemas serta bimbang akan kesejahteraan masing-masing. Kebimbangan ini menyumbang kepada peningkatan komunikasi warga maya di semua platform media sosial sehingga meninggalkan komen-komen negatif tanpa terkawal. Oleh itu, kajian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan kata-kata makian oleh pengguna media sosial melalui aplikasi Facebook semasa penularan Covid-19 di NBD, khususnya pada gelombang kedua di NBD. Data yang diperolehi adalah berdasarkan komen pengguna melalui ruang Borneo Bulletin. Penelitian ini memfokuskan terhadap jenis dan kategori penggunaan kata-kata makian. Kajian ini menggunakan pendekatan deskriptif teori Magnus Ljung (2011) untuk mengkategorikan tema penggunaan kata-kata makian oleh pengguna media sosial. Secara keseluruhannya, ditemui sebanyak 19 kata-kata makian yang digunakan dalam ruangan komen Borneo Bulletin semasa Covid-19. Kata-kata makian tersebut adalah ‘Babal/Babalian’, ‘Mantingal’, ‘Mati’, ‘Gila’, ‘Paloi’, ‘Sial’, ‘Buduh’, ‘Baie’, ‘Babi’, ‘Banggang’, ‘Jubur’, ‘Talor’, ‘Taie’, ‘Setan/Syaitan’, ‘Damn’, ‘Bangsat’, ‘Celaka/Cilaka’, ‘Oh Hell’ dan ‘Anjing/Anjir’. 19 kata-kata makian yang telah digunakan adalah menunjukkan perasaan marah, tidak berpuas hati dan sebagainya dari pengguna semasa wabak Covid-19 melanda NBD. Metodologi kajian ini melibatkan dua langkah utama, iaitu pencatatan dan pemerhatian komen serta analisis makna kata-kata makian yang digunakan. Dengan menggunakan metodologi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis jenis dan kategori penggunaan kata-kata makian dalam komen pengguna media sosial semasa penularan Covid-19 di NBD, terutama pada gelombang kedua. Dari hasil kajian ini, ditemui empat kata makian yang dominan digunakan oleh pengguna dalam ruangan komen Borneo Bulletin iaitu mantingal, gila, babal dan mati. Manakala kategori/tema name-calling merupakan tema yang paling dominan ditemui oleh masyarakat  di NBD. Analysis of profanity in the Borneo Bulletin’s Comment Section related to the second wave of Covid-19 in Brunei Darussalam Abstract Issues related with the spread of Covid-19 and the death rates around the world is the main reason why almost all the citizens feel anxious about their well-being. This concern contributes to the increase in communication virtually on all social media platforms, leaving negative comments freely. Therefore, this study aims to analyse the use of profanity used by the social media users, especially through Facebook related to the spread of Covid-19 in NBD, specifically during the second wave infection in NBD. The data obtained is based on user’s comments through the Borneo Bulletin page. This study focuses on the types and categories of profanity usage. The data analysis uses a descriptive approach by using the theory of Magnus Ljung (2011) to categorise the types of profanity. In total, 19 words were found, used in the comment section of the Borneo Bulletin’s page related to Covid-19 issues. The profanity are Babal/Babalian, Mantingal, Mati, Gila, Paloi, Sial, Buduh, Baie, Babi, Banggang, Jubur, Talor, Taie, Syaitan/Saitan, Damn, Bangsat, Calaka/Calaka, Oh Hell and Anjing/anjir. The 19 profanities that have been used are mostly to show feelings of anger, dissatisfaction and frustration. This research methodology involves two main steps, namely collecting textual data and observing through the comments. Also, analyzing the meanings of the profane words used. By employing this methodology, the study aims to identify and analyze the types and categories of profanity usage in social media user during the Covid-19 transmission in NBD, particularly during the second wave. From this study, it has found that there are four widely used profanities by users in the comment section of Borneo Bulletin, namely mantingal, gila, babal and mati. While name-calling is the most dominant theme used by the communities in NBD.

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

ijlic

Publisher

Subject

Education Languange, Linguistic, Communication & Media Library & Information Science Social Sciences Other

Description

International Journal of Linguistics and Indigenous Culture (IJLIC) explores and contributes to the field of linguistics, with a specific emphasis on indigenous languages and cultures worldwide. The journal aims to publish research articles, scholarly papers, and studies that delve into various ...