Perusahaan sering memalsukan laporan keuangannya. Kredibilitas akuntan publik dan, lebih khusus lagi, auditor eksternal dipertanyakan oleh maraknya penipuan perusahaan. Kasus yang melibatkan laporan keuangan akan menyebabkan pemangku kepentingan kehilangan kepercayaan terhadap laporan tersebut. Berdasarkan kinerja keuangan perusahaan dan informasi yang diberikan oleh manajemen, laporan keuangan bertujuan untuk membekali investor dengan data yang diperlukan untuk membuat keputusan ekonomi. Tujuan penelitan ini adalah untuk menguji hubungan antara ukuran perusahaan, manajemen laba, dan keandalan laporan keuangan pada perusahaan pelat merah yang akan terdaftar di BE pada tahun 2020 dan 2022. Kami menggunakan metode purposive sampling, yaitu teknik pengambilan sampel nonprobabilitas, untuk mengambil sampel. Penelitan ini menggunakan sampel empat belas perusahaan BUMN yang listing di BE pada tahun 2020 dan 2022. Tidak terdapat hubungan antara ukuran perusahaan dengan integritas laporan keuangan, namun manajemen laba mempunyai pengaruh yang cukup besar.
Copyrights © 2024