Impulse buying terjadi ketika seseorang dipengaruhi oleh upaya promosi, seperti promosi penjualan, yang mengarahkan mereka supaya melakukan pembayaran terhadap suatu barang tanpa niat dan tiba-tiba. Keputusan tersebut didorong oleh keinginan yang kuat pada saat itu, dan pembeli mungkin tidak mempertimbangkan hasilnya dengan cermat. Diskon gratis ongkos kirim, influencer, dan online customer riview adalah beberapa hal yang dianggap mempengaruhi seseorang untuk impulse buying. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang dilaksanakan di Perguruan Tinggi Pelita Bangsa Jl. Inspeksi Kalimalang Tegal Danas, Cikarang Pusat, Bekasi. Peneliti mengidentifikasi populasi sasarannya adalah mahasiswa Program Studi Manajemen, sejumlah 100 mahasiswa sebagai samplenya. Pendekatan pengumpulan sampel yang dipakai adalah non-probabilitas, dan analisisnya menggunakan metode seperti Uji Reliabilitas, Validitas, Analisis Regresi, Asumsi Klasik, dan Hipotesis Parsial. Dari temuan kajian mengungkapkan yang mana variabel diskon gratis ongkos kirim secara positif memiliki pengaruh signifikan pada impulse buying dengan skor ttabel kurang dari thitung (1,985<2,704), variabel influencer secar positif memiliki pengaruh signifikan pada impulse buying dengan skor ttabel kurang dari thitung (1,985<3,078), dan variabel online customer riview secara positif memiliki pengaruh signifikan pada impulse buying dengan skor ttabel kurang dari thitung (1,985<3,556 ).
Copyrights © 2024