Salah satu sektor saham yang saat ini memberikan kontribusi signifikan terhadap kinerja indeks LQ45 adalah pertambangan. Sektor pertambangan sendiri merupakan salah satu bahan baku terpenting perekonomian modern dan terutama digerakkan oleh subsektor energi yaitu minyak bumi.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah inflasi, nilai tukar, dan harga minyak dunia mempengaruhi return saham perusahaan pertambangan yang terindeks LQ45 periode 2019-2022. Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Data yang digunakan adalah data sekunder. Populasinya adalah seluruh perusahaan pertambangan yang terindeks LQ45 periode 2019-2022. Sampel ditentukan dengan menggunakan metode purposive sampling dan didapatkan 48 sampel. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan regresi data panel dengan bantuan program EViews12. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan Inflasi secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham perusahaan pertambangan yang terindeks LQ45 periode 2019-2022. Nilai tukar dan harga minyak dunia secara parsial memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap return saham perusahaan pertambangan yang terindeks LQ45 periode 2019-2022. Secara simultan inflasi, nilai tukar dan harga minyak dunia berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham perusahaan pertambangan yang terindeks LQ45 periode 2019-2022.
Copyrights © 2024