Penelitian ini membahas pentingnya pendekatan kepemimpinan sahabat dalam menciptakan persekutuan yang ramah bagi generasi Z (Gen Z) di lingkungan gereja. Gen Z memiliki karakteristik unik, seperti apresiasi tinggi terhadap keotentikan, relasi yang sejajar, serta ketertarikan pada ruang yang inklusif dan partisipatif. Sayangnya, dalam banyak konteks jemaat lokal, persekutuan masih didominasi oleh gaya kepemimpinan formal, hirarkis, dan kurang dialogis. Melalui metode kualitatif, data diperoleh dari studi pustaka, pengamatan dan wawancara dengan Gen Z. Hasil menunjukkan adanya kesenjangan antara harapan Gen Z terhadap pemimpin sebagai sahabat dan kenyataan bahwa sebagian besar pemimpin masih berjarak dan kaku. Pendekatan kepemimpinan sahabat, sebagaimana dikembangkan oleh Yoas Adiprasetya, memberi landasan teologis yang kuat untuk membentuk persekutuan gereja sebagai komunitas yang saling mendukung dalam kasih. Dengan menerapkan gaya kepemimpinan ini, gereja dapat menciptakan ruang aman dan relevan bagi pertumbuhan iman Gen Z.
Copyrights © 2025