Kemajuan teknologi digital telah membawa dampak signifikan terhadap dinamika relasi pranikah, termasuk di kalangan pasangan Kristen. Relasi yang dulunya dibangun secara langsung dan bertahap kini mengalami transformasi melalui media sosial dan komunikasi digital yang serba instan. Masalah utama dalam penelitian ini adalah bagaimana tantangan relasi pranikah di era digital dapat dipahami secara teologis dan edukatif, serta sejauh mana integrasi keduanya mampu membimbing pasangan Kristen menjalani relasi yang kudus dan sehat. Tujuan penelitian ini adalah untuk merumuskan prinsip-prinsip teologis dan tanggung jawab edukatif dalam membina relasi pranikah Kristen di tengah tekanan budaya digital. Metode yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif melalui studi pustaka dengan pendekatan reflektif dan sintesis tematik. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada integrasi pendekatan teologi relasi dan pendidikan Kristen secara kontekstual terhadap fenomena relasi pranikah digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relasi yang dibentuk tanpa dasar teologis dan pendampingan iman rentan mengalami kedangkalan spiritual, pseudo-intimacy, dan pelanggaran kekudusan. Oleh karena itu, gereja dan pendidikan iman Kristen perlu merespons tantangan ini melalui pembinaan karakter, pendampingan rohani, dan strategi edukatif berbasis nilai Injil yang relevan dengan konteks digital masa kini.
Copyrights © 2025