Kehilangan pasangan hidup merupakan peristiwa yang sangat mengguncang secara emosional dan spiritual, terutama bagi para janda. Mereka kerap menghadapi kesepian, kesedihan mendalam, bahkan krisis iman. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana pendampingan pastoral dapat menjadi sarana efektif dalam memulihkan kondisi spiritual dan psikologis janda di GBKP Batu Layang. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendampingan pastoral yang melibatkan konseling, kunjungan jemaat, doa bersama, dan penguatan iman secara bertahap mampu membantu para janda mengalami pemulihan batin, mengatasi kesedihan, serta memulihkan relasi mereka dengan Tuhan dan sesama. Studi ini menekankan pentingnya kehadiran gereja yang peduli dan aktif dalam menjangkau janda sebagai bagian dari pelayanan kasih Kristiani. Hal ini sangat penting untuk dilakukan oleh gereja di Batu Layang, di mana gereja menjadi garam dan terang bagi para janda sehingga mereka merasa diperhatikan, perasaan mereka tidak merasa sendiri di dalam menjalani kehidupan di dunia ini.
Copyrights © 2025