Perkembangan teknologi digital telah membentuk kehidupan generasi Z yang tumbuh dalam lingkungan serba terhubung dan didominasi oleh interaksi daring. Dunia digital memberi ruang bagi generasi Z untuk mengekspresikan diri, membangun relasi, serta mencari makna hidup. Namun, di sisi lain, ruang digital juga berpotensi membentuk identitas semu yang bergantung pada popularitas, citra diri, dan pengakuan publik, sehingga menjauhkan mereka dari kesadaran diri yang autentik sebagai ciptaan Allah (Imago Dei). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur dan analisis teologis terhadap sumber-sumber teologi Indonesia serta pemikiran teolog kontemporer. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji peran teologi digital dalam menolong generasi Z membangun aktualisasi diri yang autentik dan berakar pada relasi dengan Allah. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemahaman teologi digital sebagai kerangka reflektif untuk menafsirkan pengalaman digital generasi Z dalam terang doktrin Imago Dei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teologi digital dapat membantu generasi Z mengintegrasikan iman dengan kehidupan daring, mengolah pengalaman digital secara rohani, serta membangun identitas spiritual yang autentik dan bertanggung jawab.
Copyrights © 2025