Perkembangan media sosial telah melahirkan gereja virtual sebagai ruang baru bagi praktik keberimanan dan pembentukan komunitas iman. Fenomena ini menimbulkan persoalan mengenai bagaimana iman dijalani, komunitas dibangun, serta otoritas rohani dimaknai dalam ekosistem digital yang dikendalikan oleh logika algoritma. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi iman dalam gereja virtual serta implikasinya terhadap relasi komunitas, otoritas rohani, dan ketahanan sosial umat beriman di era media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, melalui analisis kritis terhadap literatur teologi, sosiologi agama, dan kajian media digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gereja virtual tidak sekadar menjadi sarana ibadah daring, melainkan membentuk komunitas digital yang bersifat cair, terdesentralisasi, dan lintas batas. Algoritma media sosial berperan signifikan dalam membentuk pengalaman iman, distribusi otoritas rohani, serta pola interaksi jemaat. Selain itu, komunitas digital terbukti berfungsi sebagai ruang ketahanan sosial yang memungkinkan umat beradaptasi di tengah disrupsi teknologi. Novelty penelitian ini terletak pada pemahaman gereja virtual sebagai komunitas iman yang hidup dalam logika algoritmik media sosial, sehingga transformasi iman dipahami sebagai perubahan struktural dalam relasi, otoritas, dan kehidupan beriman di era digital.
Copyrights © 2025