Transisi menuju ekonomi hijau menuntut sektor pertanian, termasuk subsektor kelapa sawit, untuk menerapkan praktik produksi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Petani kelapa sawit rakyat sebagai aktor utama menghadapi berbagai tantangan dalam menyesuaikan diri dengan tuntutan tersebut, baik dari aspek teknis, ekonomi, maupun kelembagaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi adaptif petani kelapa sawit dalam menghadapi transisi ekonomi hijau di Kabupaten Mamuju Tengah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi terhadap petani sawit rakyat dan pemangku kepentingan terkait. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani menerapkan berbagai strategi adaptif, untuk menghadapi transisi ekonomi hijau, meliputi Penerapan Praktik Pertanian Berkelanjutan (GAP), Peremajaan dan Peningkatan Produktivitas, Sertifikasi dan Akses Pasar, Agroforestri dan Diversifikas serta penguatan kelembagaan, Strategi tersebut dipengaruhi oleh faktor akses informasi, dukungan pemerintah, kondisi pasar, dan modal sosial. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi perumusan kebijakan penguatan kapasitas petani sawit rakyat dalam mendukung keberhasilan transisi ekonomi hijau di daerah.
Copyrights © 2026