Salah satu komoditas perikanan unggulan Indonesia adalah udang vaname dengan target produksi 1,829 juta ton di tahun 2023. Faktor penting dalam peningkatan produksi udang vaname adalah monitoring pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup. Tujuan penelitian, untuk mengetahui produktivitas udang vaname (Litopenaeus vannamei) yang dibudidayakan dengan padat tebar berbeda di Tambak Intensif Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Takalar, Sulawesi Selatan. Penelitian dilakukan selama DOC 80 dengan kepadatan Petak A 315 ekor/m2, Petak B 315 ekor/m2, Petak C 216 ekor/m2 dan Petak D 216 ekor/m2. Pengambilan data pertumbuhan dilakukan setiap 7 hari sekali. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan tiga analisis data meliputi laju pertumbuhan harian, perhitungan populasi dan kelangsungan hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan dan kelangsungan hidup pada padat tebar 216 ekor/m2 lebih baik dibandingkan dengan padat tebar 315 ekor/m2. Hal ini dikarenakan padat tebar 216 ekor/m2 memiliki tingkat kepadatan lebih rendah yang memungkinkan udang mendapatkan pakan secara optimal. Pertumbuhan dan kelangsungan hidup dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya padat penebaran dan pengelolaan kualitas air yang baik selama masa pemeliharaan.
Copyrights © 2025