Keberlangsungan kehidupan di wilayah pesisir tergantung pada keberadaan ekosistem mangrove. Hal tersebut dikarenakan fungsi mangrove sebagai penahan erosi pantai, penahan gelombang, penghasil karbon, sebagai habitat bagi biota di wilayah pesisir, serta memperbaiki kualitas air. Penggunaan citra satelit dalam teknologi penginderaan jauh memungkinkan identifikasi mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerapatan ekosistem mangrove tahun 2025 dengan menggunakan citra Sentinel-2A di Kelurahan Kota Uneng Kabupaten Sikka. Metode yang digunakan adalah metode NDVI atau Normalized Difference Vegetation Index. Berdasarkan penelitian, ditemukan bahwa total luas mangrove di Kelurahan Kota Uneng mencapai 53,33 Ha. Dalam luasan tersebut, terdapat 33,12 Ha (62,09%) mangrove dengan kerapatan tinggi, 17,82 (33,41%) mangrove dengan kerapatan sedang, dan 2,4 Ha (4,50%) mangrove yang memiliki kondisi kerapatan rendah.
Copyrights © 2025