Penelitian ini bertujuan menganalisis proses internalisasi pendidikan akhlak dan implikasinya dalam menguatkan karakter Islami siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI). Melalui studi kualitatif fenomenologis, pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi di MI Perwanida Blitar. Analisis data dilakukan menggunakan prinsip-prinsip yang dikembangkan oleh Miles dan Hubberman (1992) yaitu reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses internalisasi pendidikan akhlak dalam menguatkan karakter Islami siswa di MI Perwanida Blitar dilakukan melalui beberapa proses yaitu, pertama melalui pembiasaan kegiatan keagamaan, seperti rutinitas do’a sebelum dan selesai Belajar, Shalat dhuha dan Shalat dzuhur berjama’ah, serta membaca Al Qur’an. Kedua melalui keteladanan seperti berjabat tangan ketika bertemu dengan guru se-mahrom, mengucapkan salam ketika bertemu guru, dan menjaga kedisiplinan. Implikasi internalisasi Pendidikan Akhlak terlihat dari menguatnya karakter islami siswa baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat/rumah seperti kesadaran dalam keimanan dan ketaqwaan, amanah, jujur, tanggung jawab, sopan dalam bersikap, dan santun dalam bertutur kata. Dalam penelitian ini juga dijelaskan beberapa faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan internalisasi pendidikan akhlak, semuanya terkait dengan aplikasinya di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat tempat siswa berintraksi.
Copyrights © 2022