Penelitian ini dilaksanakan atas dasar keterampilan yang harus dikuasai siswa masih sebatas pada keterampilan berpikir tingkat rendah. Hal tersebut disebabkan karena proses pembelajaran yang dilakukan tidak mengembangkan dan meningkatkan pada keterampilan penyelesaian masalah. Oleh karena itu, peneliti ingin memperbaiki kualitas belajar dengan cara menerapkan model pembelajaran inkuiri sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aktivitas guru dan siswa dalam pembelajaran, untuk mendeskripsikan peningkatan keterampilan penyelesaian masalah sosial siswa, dan untuk meningkatkan respon siswa terhadap pembelajaran. Penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan hasil belajar matematika antara siswa yang memperoleh pembelajaran menggunakan media visual tiga dimensi dengan siswa yang memperoleh pembelajaran dengan media dua dimensi. penelitian dengan metode eksperimen semu (guasi experimental) Hasil yang diperoleh terdapat perbedaan peningkatan hasil yang signifikan antara kelas yang menggunakan media visual tiga dimensi dengan kelas yang menggunakan media visual dua dimensi dengan taraf signifikan 0.05. Hal ini dibuktikan dengan terdapatnya peningkatan hasil belajar matematika pada kelas eksperimen dari rata-rata tes awal (pretest) 54,96 menjadi 79,13 pada tes akhir(postest) dengn rata-rata peningkatan (Gain) 0,54 (termasuk kategori sedang). Sedangkan kelas kontrol memiliki peningkatan rata-rata tes awal (pretest) dari 55,67 menjadi 64,33 pada tes akhir (postest) dengan rata-rata peningkatan (gain) 0,05 (termasuk kategori rendah). Hal itu menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas yang menggunakan media visual tiga dimensi (eksperimen) dengan kelas vang menggunakan media visual dua dimensi (kontrol) dengan pengaruh 52%.
Copyrights © 2022