Artikel ini bertujuan untuk menganalisis proses transformasi visual dan pelestarian makna budaya Paksi Naga Liman dalam redesain logo klub motor R15CI@Cirebon, serta mengkaji dampak budayanya melalui perspektif kenusantaraan Clifford Geertz dan teori kontak budaya Bronislaw Malinowski. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif interpretatif untuk mendeskripsikan evolusi artefak Paksi Naga Liman dari konteks sakral keraton menjadi identitas populer. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung di Keraton Kanoman, studi pustaka, serta wawancara dengan keluarga Kesultanan Kanoman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa redesain logo R15CI@Cirebon menandai perubahan identitas komunitas yang signifikan, dari penggunaan simbol udang yang merepresentasikan komoditas ekonomi menjadi Paksi Naga Liman yang sarat nilai filosofis akulturasi budaya. Melalui teori kontak budaya Malinowski, penerapan ini bukan sekadar peniruan visual, melainkan strategi subkultur (budaya pasif) untuk meminjam otoritas sejarah dan filosofis dari budaya keraton (budaya aktif). Hal ini dilakukan guna membangun legitimasi sosial, memperkuat kohesi internal anggota, serta mengurangi stigma negatif yang sering melekat pada klub motor. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa transformasi Paksi Naga Liman ke dalam bentuk logo merupakan upaya revitalisasi makna yang efektif. Simbol budaya tidak hanya lestari di museum, tetapi juga dapat hidup dan relevan kembali melalui adaptasi dalam ranah profan.
Copyrights © 2025