Pembangunan daerah merupakan elemen penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Salah satu indikator utama untuk menilai keberhasilan pembangunan adalah tingkat kemiskinan. Di Kabupaten Sleman, meskipun telah diterapkan berbagai program pemberdayaan dan kebijakan sosial, angka kemiskinan masih menunjukkan fluktuasi yang signifikan. Penurunan kemiskinan yang belum optimal menciptakan kesenjangan antara tujuan pembangunan dan kenyataan sosial yang dihadapi masyarakat. Penelitian ini mengadopsi pendekatan teori pemberdayaan masyarakat dan teori pembangunan manusia (human development) untuk memahami dinamika kemiskinan dan peran pemberdayaan dalam meningkatkan kesejahteraan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan dua metode, yaitu kualitatif dan kuantitatif, untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kemiskinan dan pengembangan masyarakat, berfokus pada aspek sosial, ekonomi, dan pendidikan. Penelitian ini juga mengevaluasi efektivitas program pemberdayaan yang telah diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten Sleman. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru mengenai dinamika kemiskinan di Kabupaten Sleman dan merekomendasikan kebijakan yang lebih efektif dalam menanggulangi kemiskinan. Manfaatnya adalah menyediakan informasi bagi pengambil kebijakan dan stakeholder untuk merancang program pengentasan kemiskinan yang lebih tepat sasaran.
Copyrights © 2024