Anggrek (Orchidaceae) merupakan salah satu tanaman hias yang memiliki tingkat keanekaragaman dan nilai jual yang tinggi. Dendrobium sebagai salah satu genus anggrek dengan keragaman tertinggi dari famili Orchidaceae memiliki peminat yang cukup tinggi namun optimalisasi pemuliaannya masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan metode pemuliaan konvensional anggrek Dendrobium guna menghasilkan varietas unggul dan lebih adaptif di wilayah Sleman, D.I. Yogyakarta. Metode penelitian menggunakan studi eksplorasi anggrek di kawasan Turgo untuk memperoleh data keanekaragaman Dendrobium, parameter lingkungan berupa suhu, kelembababan, dan intensitas cahaya, serta dokumentasi spesies. Selanjutnya dilakukan eksplorasi sekuens nukleotide sebanyak 49 sampel melalui GenBank NCBI untuk konstruksi pohon filogenetik menggunakan metode Neighboor Joining Tree. Data tambahan diperoleh dari sumber literatur untuk memberikan informasi komprehensif terkait strategi pemuliaan tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 4 spesies Dendrobium di kawasan Turgo yaitu D. mutabile, D. crumenatum, D. sagittatum, dan D. tetraedre. Rekonstruksi pohon filogenetik menggambarkan hubungan kekerabatan dengan spesies utama yang dapat dijadikan sebagai dasar perakitan untuk menghasilkan varietas baru dan adaptif. Teknik pemuliaan yang didasarkan adaptasi lingkungan dan seleksi genetik dapat meningkatkan pengembangan varietas unggul Dendrobium kedepannya. Disamping itu, melalui teknik ini dapat dihasilkan anggrek yang memiliki nilai jual yang tinggi karena jangka produksi yang cepat dan bunga yang indah. Oleh karena itu, diharapkan penelitian ini dapat mendukung upaya budidaya anggrek yang berkelanjutan serta pengembangan industri florikultura.
Copyrights © 2025