Usahatani cabai di Indonesia kerap dihadapkan pada volatilitas harga dan risiko produksi yang tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh simultan faktor ekonomi (biaya produksi dan harga jual) dan faktor sosial (pendidikan dan pengalaman) terhadap pendapatan petani cabai di wilayah pesisir Kecamatan Bonepantai, Kabupaten Bone Bolango. Menggunakan pendekatan kuantitatif, data dari 56 petani sampel dianalisis dengan model fungsi produksi Cobb-Douglas. Hasil penelitian mengungkap bahwa faktor ekonomi secara statistik tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan (Sig. 0,392), mengindikasikan posisi petani sebagai price taker yang rentan distorsi pasar. Sebaliknya, faktor sosial berpengaruh positif dan sangat signifikan (Sig. 0,001) dengan koefisien elastisitas dominan sebesar 1,167. Usahatani berada pada kondisi Increasing Returns to Scale (1,400). Temuan ini menyimpulkan bahwa kapasitas manajerial dan pengalaman lebih menentukan keberhasilan ekonomi dibandingkan modal finansial. Rekomendasi kebijakan harus bergeser dari fokus subsidi fisik menuju investasi penguatan kapasitas sumber daya manusia melalui penyuluhan intensif. Kata Kunci : Cabai, Cobb-Douglas, Faktor Ekonomi, Faktor Sosial, Pendapatan Petani
Copyrights © 2026