JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Vol. 13 No. 3 (2025): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS

Analysis of Carotenoid and Chlorophyll Pigment Content in Seagrass from Mangket Beach Waters, Kema District, North Minahasa

Natasya Tiranda (Universitas Sam Ratulangi)
Desy M. H. Mantiri (Universitas Sam Ratulangi)
Darus Sa’adah J. Paransa (Universitas Sam Ratulangi)
Joice R.T.S.L. Rimper (Universitas Sam Ratulangi)
Nickson J. Kawung (Universitas Sam Ratulangi)
Markus Talintukan Lasut (Universitas Sam Ratulangi)



Article Info

Publish Date
27 Oct 2025

Abstract

Seagrass is a flowering plant (Angiospermae) that can live in shallow waters and has an important role in marine ecosystems. Seagrass ecosystems are coastal ecosystems with high biological productivity and play an important role in ecological functions in coastal areas. Seagrass carries out photosynthesis with pigments as light-capturing organs. Pigments are biochromes that have activity as natural dyes and are widely used in the pharmaceutical, cosmetic, and food industries. Pigments contain bioactive compounds that have antibacterial, anticancer, antibiotic, and antioxidant activities. This study was conducted to determine the content of carotenoid and chlorophyll pigments in several types of seagrass found from Mangket Beach Waters, Kema District, North Minahasa. The methods used in this study were the maceration method, Thin Layer Chromatography (TLC) Separation and UV-Vis spectrophotometer wavelength absorption. The results showed that the seagrass Enhalus acoroides was identified as containing chlorophyll a, zeaxanthin, and chlorophyll b pigments. In the seagrass species Halophila ovalis, it was identified as containing β-cryptosanthin and chlorophyll b pigments, while in the seagrass species Thalassia hemprichii, it was identified as containing apo-β-carotene, diadinoxanthin, and chlorophyll b pigments. Keywords: pigments, Enhalus acoroides, Halophila ovalis, Thalassia hemprichii, Mangket beach, TLC,  UV-Vis spectrophotometer.   Abstrak Lamun merupakan tumbuhan berbunga (Angiospermae) yang dapat hidup di perairan dangkal dan memiliki peran penting dalam ekosistem laut. Ekosistem lamun merupakan ekosistem pesisir dengan produktivitas biologis yang tinggi dan berperan penting dalam fungsi ekologis di lingkungan wilayah pesisir. Lamun melakukan proses fotosintesis dengan pigmen sebagai organ penangkap cahaya. Pigmen merupakan biokrom yang memiliki aktivitas sebagai pewarna alami dan banyak digunakan dalam industri farmasi, kosmetik, dan makanan. Pigmen mengandung senyawa bioaktif yang memiliki aktivitas antibakteri, antikanker, antibiotik, dan antioksidan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kandungan pigmen karotenoid dan klorofil pada beberapa jenis lamun yang ditemukan dari Perairan Pantai Mangket, Kecamatan Kema, Minahasa Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode maserasi, Pemisahan kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan Serapan panjang gelombang spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lamun Enhalus acoroides diidentifikasi mengandung pigmen klorofil a, zeaxanthin, dan klorofil b. Pada lamun jenis Halophila ovalis diidentifikasi mengandung pigmen β-kriptosanthin, dan klorofil b sedangkan pada lamun jenis Thalassia hemprichii diidentifikasi mengandung pigmen apo-β-karoten, diadinoxanthin, tipe klorofil b. Kata kunci: pigmen, Enhalus acoroides, Halophila ovalis, Thalassia hemprichii, pantai Mangket, KLT, sektrofotometer UV-Vis

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

jplt

Publisher

Subject

Earth & Planetary Sciences

Description

Jurnal Pesisir dan Laut Tropis mewadahi kajian-kajian ilmiah dalam bidang bio-ekologi pesisir dan laut, hidro-oesanografi dan morfologi pesisir, toksikologi dan farmasitika, kajian substansi kimiawi biota dan perkembangan bioteknologi kelautan lainnya, di lingkup pesisir dan laut di daerah tropis. ...