Pohon pala di Desa Citalahab memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Selain jumlah pohon yang dibudidayakan banyak, disana juga banyak petani yang membudidayakan. Akan tetapi banyak petani yang tidak memahami dan mengetahui penerapan praktik budidaya yang tepat sehingga banyak pohon yang terserang jamur akibat kekurangan nutrisi atau kurangnya pemupukan. Di sisi lain, terjadi penumpukan limbah kulit dan cangkang pala karena warga hanya memanfaatkan biji pala untuk dijual. Fokus kegiatan pengabdian adalah pelatihan pembuatan pupuk organik dan pendampingan pembuatan sirup pala beserta kemasannya. Tujuan kegiatan adalah untuk meningkatkan keterampilan petani dalam meningkatkan kualitas hasil panen serta menciptakan nilai tambah. Kegiatan dilakukan dengan menggunakan metode Participatory Rural Appraisal (PRA). Hasil kegiatan pelatihan pembuatan pupuk menunjukkan seluruh peserta mengalami kenaikan nilai post test, artinya terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan praktik pembuatan pupuk setelah mengikuti kegiatan. Hasil yang sama juga terjadi pada kegiatan pelatihan pembuatan sirup, yaitu 59% peserta mengalami kenaikan rata-rata nilai posttest yang menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam praktik pembuatan sirup pala. Hasil tersebut sudah dikonfimasi melalui kegiatan monitoring dan evaluasi yang menunjukkan peserta sudah dapat membuat pupuk dan mulai merintis bisnis sirup pala.
Copyrights © 2025