Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

INOVASI BANK SAYUR ORGANIK UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN MASYARAKAT DESA SETIAWARGI KEC. TAMANSARI KOTA TASIKMALAYA Dwi Apriyani; Nurfadilah Siregar; Khomsatun Ni'mah; Iis Aisyah
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v5i2.800

Abstract

Masyarakat di Desa Setiawargi sebagian besar belum memanfaatkan lahan-lahan kosong untuk tempat budidaya sayuran yang menyebabkan kontinyuitas bahan baku olahan pangan terhambat. Selain itu, kualitas produk olahan dan akses terhadap pasar untuk menjual produk olahan juga masih terbatas. Hal ini membuat pendapatan petani semakin kecil di tengah pandemi covid-19. Kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui beberapa rangkaian kegiatan yaitu penyuluhan, pendampingan dan monitoring evaluasi. Kegiatan penyuluhan dilakukan dengan metode ceramah, sementara itu kegiatan pendampingan dilakukan dengan metode pembinaan yang tidak terikat oleh batas waktu dan tempat. Kegiatan monitoring dan evaluasi dilakukan dengan wawancara dan observasi. Keluaran yang telah dicapai antara lain pemahaman petani mengenai budidaya sayuran organik meningkat, petani lebih kreatif dan inovatif dalam memanfaatkan lahan non produktif, dan petani mampu mengabdopsi iptek pengemasan. Adapun dampak ekonomi dan sosial yang dirasakan mitra sasaran antara lain: (1) termotivasi untuk mencoba dan memulai menanam sayuran organik, (2) lahan-lahan non produktif mulai termanfaatkan, (3) mampu mengadopsi teknologi pengemasan modern, dan (4) semakin meningkatnya kekompakan anggota poktan maupun KWT. Keberhasilan kegiatan pengabdian membutuhkan peran serta masyarakat yang aktif dan kreatif untuk mendukung keberlanjutan program.  Abstract. Most of the people in Setiawargi Village have not used vacant lands for vegetable cultivation which has hampered the continuity of food processing raw materials. In addition, the quality of processed products and access to markets to sell processed products are also still limited. This makes farmers' incomes smaller during the covid-19 pandemic. Service activities are carried out through several series of activities, namely counseling, mentoring, and evaluation monitoring. Extension activities are carried out using the lecture method, while mentoring activities are carried out using a coaching method that is not bound by time and place limits. Monitoring and evaluation activities are carried out through interviews and observations. The outputs that have been achieved include increased understanding of farmers regarding organic vegetable cultivation, farmers are more creative and innovative in utilizing non-productive land, and farmers can adopt packaging science and technology. The economic and social impacts felt by the target partners include: (1) being motivated to try and start growing organic vegetables, (2) starting to use non-productive land, (3) being able to adopt modern packaging technology, and (4) increasing the cohesiveness of farmer group and KWT members. The success of service activities requires active and creative community participation to support program sustainability.
Pemberdayaan Petani Pala Melalui Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik dan Pemanfaatan Limbah Kulit Pala Dwi Apriyani; Anita Fitria; Rizki Bahar; Yanto Yulianto; Eri Cahrial
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jabdimas.v8i1.7361

Abstract

Pohon pala di Desa Citalahab memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Selain jumlah pohon yang dibudidayakan banyak, disana juga banyak petani yang membudidayakan. Akan tetapi banyak petani yang tidak memahami dan mengetahui penerapan praktik budidaya yang tepat sehingga banyak pohon yang terserang jamur akibat kekurangan nutrisi atau kurangnya pemupukan. Di sisi lain, terjadi penumpukan limbah kulit dan cangkang pala karena warga hanya memanfaatkan biji pala untuk dijual. Fokus kegiatan pengabdian adalah pelatihan pembuatan pupuk organik dan pendampingan pembuatan sirup pala beserta kemasannya. Tujuan kegiatan adalah untuk meningkatkan keterampilan petani dalam meningkatkan kualitas hasil panen serta menciptakan nilai tambah. Kegiatan dilakukan dengan menggunakan metode Participatory Rural Appraisal (PRA). Hasil kegiatan pelatihan pembuatan pupuk menunjukkan seluruh peserta mengalami kenaikan nilai post test, artinya terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan praktik pembuatan pupuk setelah mengikuti kegiatan. Hasil yang sama juga terjadi pada kegiatan pelatihan pembuatan sirup, yaitu 59% peserta mengalami kenaikan rata-rata nilai posttest yang menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam praktik pembuatan sirup pala. Hasil tersebut sudah dikonfimasi melalui kegiatan monitoring dan evaluasi yang menunjukkan peserta sudah dapat membuat pupuk dan mulai merintis bisnis sirup pala.