Bakti Nusantara Pengabdian Masyarakat Indonesia
Vol. 2 No. 1 (2025): January - April

Pelatihan Kader Kesehatan Sebagai Upaya Peningkatan Kemampuan Skrining Penderita Hipertensi

Yeti Resnayati (Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Jakarta Tiga)
Ni Made Riasmini (Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Jakarta Tiga)
Dina Carolina (Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Jakarta Tiga)



Article Info

Publish Date
30 Apr 2025

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang membutuhkan perhatian karena dapat menimbulkan komplikasi dan menyebabkan kematian. Jumlah penyandang hipertensi terus meningkat setiap tahunnya dan diperkirakan  pada tahun 2025 di seluruh dunia akan ada 1,5 miliar orang terkena hipertensi dan  diperkirakan setiap tahunnya 9.4 juta  orang meninggal akibat hipertensi dan komplikasinya. Komplikasi hipertensi yang sering terjadi adalah stroke . Stroke menempati peringkat ke-3 penyebab kematian di Indonesia dan juga merupakan peringkat ke-3 penyebab kecatatan di seluruh dunia. Pemerintah Indonesia saat ini melaksanakan transformasi sistem  kesehatan yang salahsatu pilarnya adalah transformasi pelayanan primer. Dalam transformasi pelayanan primer tersebut perlu dilaksanakan pencegahan sekunder yakni skrining penyakit hipertensi. Skrining terhadap penderita hipertensi ini sangat penting untuk mencegah terjadinya hipertensi lebih berat dan kejadian stroke. Permasalahannya siapa yang harus melakukan skrining awal di masyarakat ? Kader kesehatan yang saat ini selalu berada ditengah masyarakat dapat diberdayakan, namun kemampuan mereka dalam melakukan skrining masih rendah sehingga kurang percaya diri, untuk itu perlu kader dengan kompetensi yang memadai yang tentunya melalui pelatihan. Tujuan kegiatan  ini untuk mendapatkan gambaran apakah pelatihan dengan pola 30 jam pelajaran efektif dalam meningkatkan kompetensi kader kesehatan dalam melakukan skrining hipertensi . Metode yang diterapkan adalah pelatihan pola 15 jam teori dan 15 jam praktik. Hasil pelatihan menunjukkan terjadi peningkatan kompetensi baik pengetahuan, sikap, keterampilan dan rasa percaya diri kader kesehatan untuk melakukan skrining. Kesimpulan : pelatihan kader  dengan pola 15 jam teori dan 15 jam praktik dapat meningkatkan kompetensi dan rasa percaya diri kader dalam melakukan skrining skrining awal penderita hipertensi

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

BNPMI

Publisher

Subject

Humanities Education Health Professions Social Sciences Other

Description

Bakti Nusantara: Pengabdian Masyarakat Indonesia adalah jurnal interdisipliner utama yang diulas oleh rekan sejawat untuk memajukan teori dan praktik yang terkait dengan semua bentuk penjangkauan dan keterlibatan. Hal ini termasuk menyoroti upaya-upaya inovatif; secara kritis memeriksa isu-isu yang ...